3 Mitos Fenomena Planet Sejajar, Ramalan Bencana hingga Kiamat

3 Mitos Fenomena Planet Sejajar, Ramalan Bencana hingga Kiamat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 11

Jakarta -

Fenomena planet sejajar 24 Juni yang cantik menarik perhatian para pencinta astronomi. Tapi ternyata, di periode kelam, kejadian ini pernah dianggap pertanda jelek selama beberapa abad.

Ada yang menyebut kejadian ini sebagai perkiraan bencana, bahkan pertanda kiamat setelah dekat. Berikut ini sejumlah keyakinan kejadian planet sejajar, dirangkum pandudita.com dari berbagai sumber, Jumat (24/6/2022).

1. Ramalan bencana

Sejak penemuannya, fenomena planet sejajar sering dikaitkan dengan peristiwa unik dan bencana lain yang terkait dengan kiamat alias akhir dunia.

Nostradamus, pengarang ramalan ternama asal Prancis, menyebutkan bahwa kejadian planet sejajar ialah pertanda akan terjadinya gempa Bumi dahsyat di California, sebuah kota yang berisiko terkena bencana kediaman dikarnakan keberadaan "Sesar San Andreas".

Ramalan itu menjelaskan bahwa gempa yang sangat dahsyat akan terjadi di candra Mei. Pada masa itu hujanabu es akan turun lebih besar dari sebutir telur. Menurut ramalannya, bencana ini akan terjadi pada 28 Mei 2015. Namun, tak terjadi apa-apa di tanggal dan tahun tersebut.

2. Kiamat setelah dekat

Salah satu keyakinan paling terkenal tentang fenomena planet sejajar yang menggemparkan ialah di tahun 2012, ketika bumi memprediksi tanggal 21 Desember di tahun setelah dikatakan ialah hari kiamat.

Menurut kalender lama etnik Maya, tanggal setelah dikatakan akan menandai hari terakhir umat manusia. Dan di tahun itu, Mars terlihat terbit dari barat, tetapi Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, Uranus, dan Neptunus di Timur, dan ini ialah keselarasan yang langka.

Kemudian, Masyarakat Astronomi Karibia (SAC) mengatakan bahwa ketakutan ini disebabkan buat keyakinan lama bahwa penyelarasan planet berikutnya akan terjadi pada tahun 2040.

3. Gelombang besar dan tsunami

Masyarakat lama meyakini terjadinya planet sejajar ini akan menimbulkan dampak seperti sirkulasi besar, bahkan akan terjadi tsunami. Tentunya baru mendengar seluruh perkiraan itu, setelah membikin merinding dan seperti takut.

Untuk diketahui, tarikan gayatarikbumigayaberat dari seluruh planet sebenarnya dapat berdampak pada pasang susut di Bumi. Namun, kejadian planet sejajar tak berbahaya. Jarak Venus dari Bumi berdampak pada gaya pasang susut terbesar, meskipun hanya sebagian mini dibandingkan dengan Bulan. Pesawat ruang angkasa pula dapat merasakan kekuatan yang sangat mini masa gayatarikbumigayaberat dari planet menariknya.

Segala sesuatu yang terjadi pastinya atas keinginan Tuhan, buat itu tak perlu takut berlebihan masa mendengar fenomena planet sejajar dan dampaknya.

Secara ilmiah pun, menurut NASA, ini ialah peristiwa alam. Pada 2013, Badan antariksa Amerika Serikat itu pernah mengatakan tak akan ada peristiwa planet sejajar dalam beberapa dasawarsa mendatang. Kalaupun terjadi, dampak kesejajaran planet ini kepada Bumi tak berbahaya.

"Fenomena besar planet sejajar terjadi di 1962 contohnya, dan dua lainnya terjadi pada 1982 dan 2000. Setiap Desember, Bumi dan Matahari sejajar dengan induk(ki) Galaksi Bima Sakti, dan ini ialah peristiwa tahunan yang tak membahayakan Bumi," ujarnya.

Simak Video "Astronom Temukan Bintang Terjauh, Terbentuk Hampir 13 Miliar Tahun"
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)

Selengkapnya