Agar Terbiasa Berzikir

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 43

Kalimat zikir terbaik ialah laa ilaaha illa Allah

pandudita.com JAKARTA -- Penghulu para ulama (sulthanul ulama) Izzuddin bin Abdissalam dalam Syajaratul Ma'arif menjelaskan zikrullah ialah sebaik- baiknya upaya mengingat (Dzikruhu asyrafu min kulli dzikrin)dan kalimat zikir terbaik ialah laa ilaaha illa Allah, adapun artinya tiada Tuhan selain Allah.

Biasakanlah mengucapkan kalimat ini setiap hari sejak dari ratusan sampai-sampai beribu-ribu kali.Tak selalu dalam keadaan duduk setelah shalat, zikir pula becus dilakukan sembari mengendalikan kendaraan, masa duduk di kantor, di tempat wisata, dan di tempat-tempat adapun baik.

Jika setelah terbiasa berzikir, kelak di pengujung hidup, perkataan kita akan gampang mengucap kan laa ilaaha illa Allahsehingga akhir hidup kita ialah kebaikan (husnul khatimah), sebagaimana hadis Rasulullah SAW dari Muadz bin Jabal dan diriwayatkan buat Imam Abu Daud.

Harus dipahami bahwa zikir enggak buat Zikir enggak buat Allah, dikarnakan Dia setelah Maha Sempurna. Ini ialah buat diri kita sendiri.Allah, dikarnakan Dia setelah Maha Sempurna. Ini ialah buat diri kita sendiri, buat reminder organ lahir dan batin, adapun semula bermaksiat, menjadi berbuat kebaikan buat Allah bahwa Allah ialah adapun Maha Segala, sedangkan kita enggak siapa-siapa.

Zikir akan membuahkan ma'rifatullah.Syekh Izzuddin menjelaskan, perumpamaan makrifatullah ialah bagaikan tanaman cantik rindang adapun akarnya berupa pengetahuan dzat Allah menjalar ke bawah sehingga kokoh menopang argumentasi dan penjelasan. Sedangkan ranting-rantingnya berupa ma'rifatus shifat,menjulang tinggi ke langit, maksudnya ialah terhormat dan mulia. Buahnya (yaitu ketenangan diri dan akhlak mulia) selalu mun cul dan dirasakan manfaatnya buat manusia banyak.

Izzuddin menjelaskan, tanaman ini terdiri atas tiga cabang. Pertama ialah mengetahui sifat- sifat adapun menegasikan Allah dari segala kekurangan dan kecacatan. Cabang ini terbagi lagi menjadi upaya menegasi sifat lupa, tidur, zalim, dan permusuhan, adapun seluruh itu tak ada dalam diri Allah.

Kedua ialah mengetahui sifat dzat. Ada tujuh cabang adapun menyertainya, adalah hidup, ilmu, kuasa, kehendak, mendengar, melihat, dan berbicara.

Ketiga ialah cabang berupa mengetahui sifat dan perbuatan Allah. Cabangnya ada banyak, di antaranya ialah memberi mudarat dan manfaat, mengampuni dosa dan menutupi aib, memberikan nikmat dan azab, serta memuliakan dan membinasakan orang.

Ketika tanaman makrifat muncul di hati, kita akan mengetahui keindahan Allah, mencintai manusia adapun mengetahui keagungan-Nya (para wali, nabi, dan rasul), mengetahui kasih sayang dan betapa pedih siksa-Nya, penuh harap. Dirinya diliputi takut kepada Allah sekaligus penuh mohon akan kasih sayangnya. Juga meyakini sepenuh hati bahwa Allah ialah esa. Makrifat menjadi asal segala kebaikan (ashlun li kulli khairin wa mashdarun li kulli birrin) dan perintang segala keburukan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya