Akademisi: Ibadah Kurban Momentum Tingkatkan Kepekaan Sosial

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 28

Ibadah persembahan menekankan aspek kepedulian serta kepekaan sosial dan perkuat ukhuwah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akademisi dari Universitas YARSI Firman Arifandi, M.S mengatakan ibadah persembahan merupakan paksa adapun pas buat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial serta memperkuat ukhuwah antarumat.

"Kurban menjadi ibadah adapun sifatnya lebih kepadajurusan interaksi sosial antarmanusia. Ibadah persembahan menekankan aspek kepedulian serta kepekaan sosial dan memperkuat ukhuwah antarumat," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dosen agama di Fakultas Kedokteran Universitas YARSIitu mengatakan ibadah persembahan andaikan dikaitkan dengan kondisi pandemi COVID-19 pula mempunyai makna adapun absolut sesuai prinsip agama, adapun mengajarkan buat senantiasa menjaga diri, selalu hidup rukun dan aman, senantiasa menjaga motif hidup sehat, beribadah dan bekerja sesuai porsi agar seluruh lini kehidupan melangkah dengan baik.

"Pandemi pula menguji seluruh pihak buat benar-benar becus berlapang dada membantu sesama. Karena banyak saudara-saudara kita adapun terdampak. Maka akan sangat berarti rasanya, andaikan ada penduduk adapun tetap dikaruniai pendapatan rela berbagi dengan mereka adapun sedang merasakan kesusahan ini," katanya.

Ia menambahkan bahwa Idul Adha dan pula ibadah persembahan menjadi paksa adapun pas buat pertimbangan diri sekaligus saling memaafkan dalam berinteraksi sosial cantik dengan tetangga, saudara, dan pihak lainnya.Menurut dia, optimisme menghadapi pandemi ini becus dilakukan bersama dengan meneguhkan ukhuwah islamiyah, menyingkirkan rasa individualisantpluralis dan pula mengingatkan buat saling menjaga diri dengan motif hidup sehat.

"Selain itu, andaikan di tahun ini belum bisa menyembelih hewan kurban, maka setidaknya tetap berbuat cantik dengan tak menyembelih kewenangan manusia lain, andaikan di tahun ini belum becus tawaf mengelilingi Ka'bah, setidaknya tidak berhenti silaturahmi buat mempererat ukhuwah. Jika belum sempat wuquf di Arafah, maka setidaknya tidak pernah berhenti munajat di atas sajadah," katanya.

Di tengah pandemi penyakit perkataan dan kuku (PMK) adapun menyerang ternak di sejumlah daerah di Tanah Air, kata dia, maka masyarakat pula perlu buat memastikan setelah memilih hewan persembahan yang sehat."Memang setelah semestinya kaum Muslimin adapun akan berkurban setelah memilih hewan adapun sehat demi menghindari mudarat berkelanjutan," katanya.

Ia menyatakan pandemi PMK sejatinya sama dengan kondisi masa masyarakat menghadapi pandemi COVID-19 merupakan perlu tetap waspada tetapi tidak panik dan ketakutan berlebih."Perlu waspada tetapi tidak panik, terlebih masa ini pemerintah pula lanjut beralih sigap menangani pandemi PMK ini," demikianFirman Arifandi.

sumber : Antara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya