Apa Bedanya Kista Bartholin, Kista Nabothi, dan Kista Gartner?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 24

Klikdokter.com, Jakarta Kista ada banyak jenisnya, tergantung kedudukan keberadaannya di dalam tubuh. Salah satu yang layak sering dijumpai ialah di organ dekat wanita. 

Ada tiga tipe kista yang becus menongol di organ kewanitaan, adalah kista Bartholin, kista Nabothi, dan kista Gartner.

Meski namanya tetap asing di telinga, ketiganya layak sering ditemui. Agar anda becus lebih memahami lagi tentang kista setelah dikatakan sekaligus tahu perbedaannya, simak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Kista Bartholin?
Ilustrasi Kista Bartholin
Ilustrasi Kista Bartholin

Kista Bartholin ialah kantong berisi cairan bersih yang terbentuk akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin. 

Kelenjar setelah dikatakan berada di bibir vagina alias labia dan menghasilkan cairan yang bermanfaat buat mencegah iritasi akibat gesekan ikatan seksual.

Biasanya, penyakit ini menyerang wanita berusia 20-30 tahun. Dan sayangnya, kebanyakan wanita yang mengidap kista ini tak menyadari dikarnakan ukurannya yang sangat kecil.

Wanita tak dapat meraba alias memandang kelenjar tersebut. Meski dapat membesar saat menstruasi alias saat berhubungan seksual, kista Bartholin becus menghilang tanpa terapi apa pun dan tak menimbulkan nyeri.

Artikel Lainnya: Bahayakah Kista di Mulut? Kenali Gejalanya Sejak Dini 

Kista setelah dikatakan akan menimbulkan sakit--haiddismenorea apabila setelah terinfeksi. Penderitanya akan mengalami gejala berupa sakit--haiddismenorea sampai-sampai berat duduk alias berjalan, demam, menggigil, sertakawasan vulva yang membengkak. 

Lalu, gejala yang dapat dirasakan buat penderita kista Bartholin yang tak terinfeksi ialah adanya benjolan tanpa sakit--haiddismenorea serta rasa mengganjal ketika berjalan, duduk, alias berhubungan seks.

Kenali Juga Tentang Kista Nabothi
Ilustrasi Kista Nabothi
Ilustrasi Kista Nabothi

Kista Nabothi merupakan kista mini yang berada di serviks. Saat kelenjar yang memproduksi cairanpekat pada serviks mengalami sumbatan, kista ini becus terjadi.

Pada sebagian kondisi, persalinan alias trauma pada serviks dapat memicu timbulnya kista Nabothi. 

Pada saat persalinan, jaringan di sekelilingkawasan setelah dikatakan dapat dihasilkan secara berlebihan sehingga menghalangi aliran cairanpekat dan membentuk sebuah kista.

Ukuran dari kista Nabothi bervariasi, ada yang diameternya hanya beberapa milimeter, tapi ada pula yang beberapa sentimeter. Kista ini mempunyai permukaan yang kecil dan berwarna putih alias kekuningan.

Sama seperti kista Bartholin, kista Nabothi tak menyebabkan gejala sakit--haiddismenorea bila tak terinfeksi. Tapi pada beberapa kasus kecil, kista Nabothi dapat membesar dan mengubah bentuk serviks.

Artikel Lainnya: Jangan Keliru, Kenali Beda Kista dan Tumor

Apa Pula Kista Gartner Itu?
Ilustrasi Kista Gartner
Ilustrasi Kista Gartner

Kista yang kerap disebut kista duktus (saluran) Gartner ini dapat dijumpai pada tembok samping vagina. 

Duktus Gartner terbentuk pada saat kandungan wanita berkembang. Setelah dilahirkan, biasanya duktus menghilang. 

Nah, bila sebagian dari duktus setelah dikatakan tak hilang, terjadilah pengumpulan cairan yang kemudian akan membentuk kista di tembok vagina.

Salah satu gejala kista Gartner adalah terabanya benjolan lunak pada tembok vagina yang bahkan menonjol ke luar vagina. Sama seperti kista Nabothi, takaran kista ini layak bervariasi. 

Perbedaan Antara Kista Bartholin, Nabothi, dan Gartner
Perbedaan Antara Kista Bartholin, Nabothi, dan Gartner
Perbedaan Antara Kista Bartholin, Nabothi, dan Gartner

Bila anda perhatikan, ada satu perbedaan utama dari ketiganya, adalah kedudukan kista. 

Kista Bartholin terletak di bibir vagina (labia), sedangkan Nabothi berada di perkataan rahim alias serviks, dan Gartner berada di tembok samping vagina.

Ukuran Bartholin ialah yang paling kecil. Sedangkan takaran kista Nabothi dan Gartner lebih bervariasi. Bahkan, kista Gartner dapat menonjol ke luar vagina.

Meski begitu, ketiganya sama-sama tak menimbulkan sakit--haiddismenorea apabila tak terinfeksi. Jika ketiganya terinfeksi, biasanya mereka akan menimbulkan sakit--haiddismenorea yang spesial sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Artikel Lainnya: Berbahayakah Memiliki Kista Korpus Luteum saat Hamil? 

Kista Bartholin yang terinfeksi dapat pecah dan sembuh sendiri dalam 3-4 hari. Kamu pun becus berendam dalam bak berisi air lembut (sitz bath) beberapa kali sehari. 

Kegiatan berendam ini dapat membantu kista mini yang terinfeksi pecah dan mengering dengan sendirinya.

Jika pengobatan di rumah tak bisa mengatasi kista Bartholin, tindakan bedah buat dokter dapat dilakukan. Kamu mungkin memerlukan drainase, marsupialisasi, dan pemberian antibiotik. 

Pada kista Nabothi, kondisi ini bersifat piaraan dan biasanya tak memerlukan pengobatan alias dapat sembuh sendiri. 

Tapi dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan pengangkatan kista melalu tindakan eksisi, ablasi elektrokauter, alias penggunaan cryotherapy.

Sedangkan buat kista Gartner, andaikan menimbulkan keluhan maka dapat dilakukan drainase kista dan skleroterapi tetrasiklin intrakistik. Dalam kasus yang lebih parah, dokter akan menganjurkan proses pengangkatan kista. 

Hingga kini, belum diketahui pencegahan agar kista-kista ini tak muncul. 

Namun, anda becus mencegah infeksinya dengan selalu menjaga kebersihan vagina, meningkatkan kekebalan tubuh, dan tak melakukan ikatan seks yang berisiko.

Untuk #JagaSehatmu, baca karangan kesehatan lainnya yang menarik hanya di aplikasi KlikDokter. Kamu pula dapat berkonsultasi dengan dokter malayari layanan Live Chat 24 jam. Gratis!

[RS]

Selengkapnya