Apa Itu DVB-T2 Untuk Menangkap Siaran TV Digital?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 24

Jakarta -

Secara bertahap penghentian siaran TV analog di Indonesia setelah sejak dilakukan, yang nantinya dialihkan ke siaran TV digital. Untuk becus menangkap siaran TV digital perlu didukung perangkat yang mempunyai spek DVB-T2. Apa itu DVB-T2?

DVB-T2 yang menjadi singakatan dari Digital Video Broadcasting - Second Generation Terrestrial (DVB-T2) ialah sistem transmisi terestrial digital yang dikembangkan buat proyek DVB. Ini menjadi standar transmisi siaran terbaru buat TV digital.

Baik itu perangkat set top box (STB) maupun TV digital, patut ada DVB-T2 agar becus menangkap siaran TV digital. Jadi, masyarakat mesti mengetahui keadaan ini agar tak salah beli perangkat.

"Pada tanggal 30 April masa 24.00 WIB, dilakukan penutupan tetap siaran televisi analog dan sejak berlangsungnya siaran tetap digital penuh televisi, masyarakat becus mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada dari siaran televisi andaikan perangkat belum memenuhi permintaan atau DVB-T2," ujar Menkominfo Johnny G Plate beberapa masa lalu.

Pada April 2007, teknologi DVB-T2 sejak dikomersialkan sebagai pengganti DVB generasi pertama. DVB-T2 banyak diadopsi negara di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.

DVB-T2 menerapkan teknik modulasi dan pengkodean terbaru buat memungkinkan penggunaan spektrum terestrial yang sangat berdayaguna buat pengiriman layanan audio, video, dan data ke perangkat tetap, portabel, dan seluler. Ada sejumlah peningkatan yang dibawa teknologi ini dari pendahulunya.

Dibandingkan DVB generasi pertama, DVB-T2 punya kapasitas transmisi setidaknya 30 sampai-sampai 50% lebih tinggi dan kinerja SFN yang lebih baik. Jika dibandingkan TV Analog, DVB-T2 sama sekali tak terpengaruh buat cuaca.

Dengan DVB-T2, detikers bisa menikmati saluran TV digital dengan kapasitas HD secara gratis. Jumlah saluran digital yang ditangkap akan tergantung sepenuhnya pada apakah sinyal antena kuat alias tidak.

Saat ini banyak televisi yang setelah terintegrasi dengan DVB-T2, sehingga becus langsung menikmati siaran TV Digital. Tapi andaikan perangkat televisi tak mempunyai dukungan teknologi setelah dikatakan becus memasang STB yang dijual terjangkau di kios online.

Meski setelah bisa menerima siaran TV digital, detikers tetap patut memasang antena seperti sebelumnya, tetapi tak perlu mengganti dengan antena. Hanya saja pemasangan dan penggunaan antena buat DVB-T2 ini sangat sederhana dibandingkan TV analog.

Masyarakat bisa memasang antena indoor pada perangkat yang mendukung DVB-T2. Tetapi menurut beberapa praktisi, andaikan anda menggunakan antena luar UHF, kuantitas saluran digital yang diterima becus lebih banyak.

Sebagai informasi, meski ASO Tahap 1 setelah diimplementasikan 30 April kemarin. Kendati begitu, penghentian siaran TV analog baru dilakukan di delapan kabupaten/kota dari 166 kabupaten/kota.

Delapan kabupaten/kota yang dimaksud, adalah Riau (Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Timur Tengah Utara, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka), dan Papua Barat (Kota Sorong, Kabupaten Sorong).

Setelah itu migrasi TV analog ke digital alias ASO Tahap 2 dilakukan pada 25 Agustus 2022 yang mencakup 31 daerah siaran di 110 kabupaten/kota dan ASO Tahap 3 pada 2 November 2022 di 25 daerah siaran di 63 kabupaten/kota.

Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fay)

Selengkapnya