Bahaya Varises Vagina Saat Hamil

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 22

Varises vagina ialah varises yang terjadi pada pembuluh darah vena di daerah vulva (area di sekeliling vagina). Biasanya kondisi ini memang dialami buat bunda hamil. Sekitar 20 persen bunda mengalami varises vagina saat hamil. 

Varises vagina tak selalu menimbulkan gejala. Oleh dikarnakan itu, tak seluruh bunda hamil menyadari apabila mengalami varises pada vagina.

Umumnya, varises vagina akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan tanpa terapi khusus. Ibu hamil becus mengalami varises vagina saja, tetapi becus pula bersamaan dengan varises pada tungkai. 

Penyebab Varises Vagina pada Ibu Hamil
Penyebab Varises Vagina pada Ibu Hamil
Penyebab Varises Vagina pada Ibu Hamil

Penyebab varises di kemaluan alias lebih tepatnya disebut varises vagina ialah ketika ada gangguan sirkulasi darah di dalam pembuluh darah vena daerah vulva. 

Pembuluh darah vena ini bertugas buat mengalirkan darah dari kaki dan panggul kembali ke jantung, dengan demikian melawan gravitasi. 

Ketika terjadi gangguan sirkulasi sehingga aliran darah balik ke dalaman--hatibuahhati tak lancar, darah akan menumpuk di pembuluh darah vena, kemudian pembuluh darah ini akan sejak membengkak, berliuk-liuk, dan terjadilah varises.

Artikel Lainnya: Bahaya Vaginosis Bakterialis pada Ibu Hamil

Tubuh wanita mengalami beberapa perubahan selama hamil yang meningkatkan risiko terjadinya varises vagina.

1. Meningkatknya Aliran Darah ke Daerah Panggul

Semakin banyak aliran darah berarti semakin banyak beban yang ditanggung buat pembuluh darah vena buat mengembalikan darah setelah dikatakan ke jantung. 

Jika beban ini tak becus ditanggung dengan cantik buat pembuluh darah, pembuluh darah vena setelah dikatakan becus membengkak.

2. Membesarnya Ukuran Rahim

Rahim yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan akan menekan pembuluh darah vena di daerah vulva. 

Vena ini kemudian menjadi sempit dikarnakan terhimpit, sehingga vena semakin berat mengembalikan darah kembali ke jantung.

3. Perubahan Hormon

Kadar hormon dalam tubuh wanita berubah saat hamil, dan perubahan ini memengaruhi tembok pembuluh darah vena. 

Pembuluh darah vena menjadi lebih elastis dan tak sekuat sebelum hamil buat menahan derasnya aliran darah di dalamnya. 

Hasilnya, pembuluh darah vena becus menjadi lebih besar dan berliku-liku. 

Artikel Lainnya: Fakta Tentang pH Vagina yang Perlu Diketahui Wanita

Gejala Varises Vagina Saat Hamil
Gejala Varises Vagina Saat Hamil
Gejala Varises Vagina Saat Hamil

Varises vagina tak selalu menimbulkan gejala. Tapi becus pula menyebabkan gejala, ibarat daerah vulva terlihat alias terasa berbeda.

Hal-hal yang becus bunda lihat:

Saluran berbentuk seperti pipa yang memanjang alias permukaan kulit yang berbenjol-benjol dan berwarna kebiruan alias keunguan. Ini ialah pembuluh darah yang membesar. Saluran yang tampak berkelok-kelok alias melingkar-lingkar menjadi satu.

Hal-hal yang becus bunda rasakan alias raba:

Area kulit pada vulva terasa menonjol dikarnakan ada pembuluh darah yang membesar di bawahnya.  Rasa penuh, ditekan, nyeri, panas, gatal, alias tak nyaman padakawasan vulva. Nyeri alias rasa tak nyaman pada paha dan punggung bagian bawah. Nyeri alias rasa tak nyaman yang makin parah andaikan berhubungan seksual alias berdiri terlalu lama.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cairan Pembersih Kewanitaan?

Adakah Risiko Melahirkan dengan Varises Vagina?
Adakah Risiko Melahirkan dengan Varises Vagina?
Adakah Risiko Melahirkan dengan Varises Vagina?

Pada umumnya, varises vagina tak menimbulkan komplikasi kehamilan dan bunda tetap dapat melahirkan secara normal, sama seperti bunda hamil tanpa varises vagina dan tanpa komplikasi yang berarti. 

Persalinan standar becus tetap dipilih buat dikarnakan beberapa hal:

Saat persalinan normal, kepala bayi yang turun becus menekan varises vagina sehingga mengurangi risiko pecah. Jika varises pecah, perdarahan dapat segera diatasi dengan prosedur sederhana buat dokter.

Namun pada kasus tertentu, ketika varises vagina sangat besar alias terjadi penggumpalan darah akibat varises, dokter mungkin akan mempertimbangkan proses caesar buat menghindari risiko perdarahan besar alias emboli. 

Emboli terjadi ketika gumpalan darah dari varises terlepas dan menyumbat pembuluh darah lain yang vital sehingga becus berakibat fatal. 

Bagaimana Mengatasinya?
Bagaimana Mengatasinya?
Bagaimana Mengatasinya?

Varises vagina yang terjadi selama kehamilan biasanya akan amblas(cak) dengan sendirinya dalam 6 minggu pasca melahirkan, sehingga pada umumnya tak ada terapi khusus. 

Namun selama belum hilang, berikut ini beberapa keadaan yang dapat bunda lakukan buat mengatasi gejala dan mencegah varises vagina memburuk. 

Ubah-Ubah Posisi

Hindari duduk, jongkok, alias berdiri buat satu masa yang lama. Pasalnya, posisi-posisi ini membikin lebih banyak darah terkumpul pada pembuluh darah vena vulva.

Batasi Asupan Garam

Hindari makanan yang terlalu asin dikarnakan garam membikin cairan menumpuk di dalam tubuh dan keadaan ini semakin membebani kerja vena.

Minum Banyak Cairan

Cairan yang layak membantu melancarkan sirkulasi darah, bunda perlu minum paling tak 8 gelas per hari. Minum banyak cairan pula membantu melancarkan campakkan air besar.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Makan Sayur dan Buah

Makan layak sayur dan belakang menjaga pencernaan tetap sehat dan mencegah konstipasi. Terus-menerus mengalami konstipasi akan menambah tekanan pada pembuluh darah di daerah vulva dan dapat memperburuk varises. 

Tidur dengan Posisi Menyamping ke Kiri

Posisi ini mengurangi tekanan pada pembuluh darah vulva dan mencegah varises semakin besar.

Gunakan Celana Khusus buat Varises Vagina

Celana yang dirancang spesifik buat varises vagina dapat memberi topangan dan membantu mengurangi rasa sakit--haiddismenorea dan tak nyaman. 

Istirahat dan Tinggikan Posisi Kaki serta Pinggul

Tinggikan kedudukan kaki dan pinggul sampai-sampai lebih tinggi dari perut buat melancarkan peredaran darah di daerah bagian bawah tubuh. 

Kompres Dingin

Bisa dilakukan dengan langkah membungkus es dengan handuk dan ditempel pada daerah vulva buat meredakan rasa sakit--haiddismenorea dan tak nyaman. 

Rutin Berolahraga

Olahraga rutin seperti berjalan, berenang, bersepeda statis, alias low impact aerobics membantu melancarkan peredaran darah balik ke jantung, sehingga mengurangi penumpukan darah di bagian tungkai dan vulva.

Apabila varises vagina tetap ada setelah lebih dari 3 candra pasca melahirkan, bunda dapat berdiskusi dengan dokter buat terapi proses alias pengikatan varises andaikan dibutuhkan. 

Varises vagina pada bunda hamil perlu diperhatikan dan dipantau dengan cantik agar proses kehamilan serta persalinan lancar.

Yuk, #JagaSehatmu dengan membaca informasi lainnya mengenai kehamilan di aplikasi KlikDokter. Kamu pula dapat berkonsultasi dengan dokter malayari layanan Live Chat 24 jam.

[RS]

Selengkapnya