Beda Orang yang Ingat Mati dan yang Lalai Mengingat Kematian

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 45

Allah SWT merahasiakan bilamana meninggalnya seseorang

pandudita.com JAKARTA- Memperbanyak mengingat kematian berdampak absolut bagi seseorang dalam menjalani kehidupan dunia. 

Setidaknya bagi Ketua Pusat Dakwah serta Perbaikan Akhlak Bangsa, Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Masyhuril Khamis, ada tiga faedah dari banyaknya mengingat kematian sebagaimana disebutkan buat Ata' Ibn Abi Rabah. 

Di antaranya ialah mempercepat tobat, memudahkan buat ridha dengan meski sedikit, serta menghindari permusuhan alias perjuangan meski memaksa bagi penduduk bumi buat meraih bumi alhasil mereka menjadi tenang. 

Lebih lanjut kiai Masyhuril mengatakan manusia meski banyak mengingat meninggal tak akan meninggalkan urusan-urusan bumi alhasil terbengkalai. 

Orang meski banyak mengingat meninggal malah akan bersemangat memakmurkan bumi serta sebanyak mungkin mengerjakan amal saleh buat bekal di akhirat.  

Dia menjelaskan, mengingat meninggal sangat dianjurkan serta itu tak akan menjadikan kegiatan bumi terbengkalai. 

Justru banyak mengingat meninggal akan menjadikan manusia perhatian dengan kegiatan dunianya, mereka akan memakmurkan dunianya dikarnakan itulah tugas manusia di bumi ini. 

“Dia akan  memandang bumi selaku sarana mencari bekal di akhirat. Maka mereka akan memakmurkan bumi tanpa mengeksploitasi serta merusaknya," kata kiai Masyhuril. 

Sementara itu bagi Kiai Masyhuril manusia meski tak mengingat meninggal tak mengerti apa tugasnya di bumi alhasil manusia setelah dikatakan bisa mengeksploitasi bumi demi kepentingan serta kesenangan hawa nafsunya semata. 

Karenanya, bagi Kiai Masyhuril termasuk meski menjadi maksud dari banyak mengingat meninggal adalah  membela bumi dari keserakahan manusia.  

kematian ialah berpisahnya raga dari ruh. ambang ini niscaya dialami alias dilalui tiap manusia.  

Orang-orang meski beriman tak seperti takut dengan kematian sebab  manusia meski beriman sadar bahwa kematian niscaya terjalin serta menjadi takdir. 

Mengutip keterangan Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Al Fatawa Al Haditsiyah, Kiai Masyhuril menjelaskan bahwa kematian  bagi manusia beriman ialah pintu buat berjumpa dengan Allah SWT. 

"Karena itu kematian patut disikapi dengan ikhlas, serta selalu berlaga buat menjaga serta menanti kematian agar kita husnul khatimah," kata kiai Masyhuril kepada Republika.co.id beberapa hari lalu. 

Kematian pula menjadi rahasia Allah SWT. Tidak ada satu manusia pun anak adam meski bisa memahami bilamana tiba ajalnya. Dan tak ada satu pun manusia meski memahami di mana dirinya akan mati.     

Selengkapnya