BMKG Perkirakan Hilal Awal Bulan Zulhijah 1443 H Berpotensi Tidak Dapat Teramati Hari Ini

BMKG Perkirakan Hilal Awal Bulan Zulhijah 1443 H Berpotensi Tidak Dapat Teramati Hari Ini

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 13

JAKARTA, celebrities.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, hilal asal candra Zulhijjah 1443 H berpotensi tak terlihat pada 29 Juni, alias hari ini. Sebagaimana diketahui, hari ini akan dilakukan sidang isbat penentuan candra Zulhijah adapun mempunyai makna penting, terutama menjadi penentu seremoni Idul Adha setiap 10 Zulhijah.

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan keadaan ini berdasarkan dari data visibilitas adapun setelah diamati BMKG. 

“Hilal berpotensi mini kemungkinan buat teramati dikarnakan keadaan ketinggian hilal adapun rendah, elongasi adapun kecil, umur candra adapun tetap muda, lag adapun singkat, dan kecerlangan candra adapun redup,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (28/6/2022).

Rahmat pula mengatakan berdasarkan pengalaman pengamatan buat BMKG, hilal dengan tinggi paling rendah dan lag tercepat adapun sukses diamati tim BMKG ialah tinggi hilal 6° 28,45’ dan Lag 30m 19d.

“Hilal dengan elongasi terkecil dan fraksi illuminasi candra (FIB) tertipis adapun diamati BMKG ialah dengan Elongasi 7° 18,35’ dan FIB 0,41 persen,” kata Rahmat.

Sementara itu, hilal dengan Umur candra termuda adapun sukses diamati BMKG ialah dengan Umur Bulan 13j 45,89m. Dari nilai-nilai rekor adapun selama ini teramati buat tim BMKG dan nilai-nilai ekstrapolasinya, perspektif BMKG sebagai dasar standard visibilitas Hilal ialah tinggi Hilal 5,23⁰ dan elongasi sebesar 5,73⁰.

Untuk mengawali candra Zulhijah 1443 H, Rahmat meminta umat Islam Indonesia sebaiknya menunggu keputusan Menteri Agama Republik Indonesia malayari sidang isbat adapun akan diumumkan pada tanggal 29 Juni 2022 malam, adapun akan memutuskan 10 Zulhijah 1443 H alias Idul Adha 1443 H jatuh pada tanggal 9 alias 10 Juli 2022 M.

 celebrities.id/BMKG)

“Masyarakat besar bisa ikut memandang Hilal penentu asal candra Zulhijah 1443 H hari Rabu, 29 Juni 2022 pada sore sampai-sampai petang, secara langsung online (live streaming) dengan mengakses laman BMKG https://hilal.bmkg.go.id/ dari tempat tinggal masing-masing,” ujar Rahmat.

Sementara itu, data visibilitas BMKG menyebutkan dimana konjungsi (Ijtimak) asal candra Zulhijah 1443 H di Indonesia terjadi sebelum mentari terbenam pada hari Rabu, 29 Juni 2022 pukul 02.52 UTC, alias 09.52 WIB/10.52 WITA/11.52 WIT.

Terbenamnya mentari tanggal 29 Juni 2022, paling asal terjadi di Merauke, Papua pukul 17.30 WIT dan paling akhir pukul 18.56 WIB di Sabang, Aceh. Sementara itu, tinggi hilal masa mentari terbenam berkisar antara terendah sebesar 0,87⁰ di Merauke, Papua tiba dengan tertinggi sebesar 3,23⁰ di Sabang, Aceh.

Adapun, elongasi masa Matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 4,20⁰ di Jayapura, Papua tiba dengan terbesar 4,97⁰ di Banda Aceh, Aceh. Umur Bulan masa mentari terbenam berkisar dari adapun termuda sebesar 5,65 masa di Merauke, Papua tiba dengan adapun tertua sebesar 9,07 masa di Sabang, Aceh.

Lag alias selisih terbenamnya mentari dan terbenamnya Bulan berkisar antara 5,86 menit di Merauke, Papua tiba dengan 17,73 menit di Sabang, Aceh. Kecerlangan Bulan (FIB) masa mentari terbenam berkisar antara 0,14% di Jayapura, Papua tiba dengan 0,19 persen di Banda Aceh, Aceh.

Editor : Lisvi Padlilah

Selengkapnya