Bolehkah Penderita Asam Urat Dipijat?

Bolehkah Penderita Asam Urat Dipijat?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 21

Penyakitkecut urat identik dengan keluhan pegal-pegal dan nyeri. Tidak sedikit penderita yang mengalaminya punya kadarkecut urat melampaui normal.

Untuk mengurangi keluhan pegal dan nyeri, beberapa pengidapkecut urat memilih buat dipijat. Sebenarnya, apa penderitakecut urat becus dipijat?

Pijat dan Asam Urat

Demi bebas dari rasa sakit--haiddismenorea dan pegal akibat asam urat, pijat menjadi salah satu pilihan bagi para penderita penyakit ini. 

Pijat sebenarnya bukanlah keadaan baru di bumi kedokteran maupun pengobatan alternatif. Praktik pijat setelah dilakukan sejak dulu dan dipercaya dapat mengurangi berbagai keluhan di tubuh, terutama yang menyangkut otot, tulang, dan sendi.

Bolehkah penderitakecut urat dipijat? Dalam keadaan ini, pengerjaan pijat sendiri tetap banyak menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, pijat memberikan sejumlah akibat absolut bagi penderitakecut urat.

Artikel lainnya: Jenis Obat Asam Urat yang Perlu dan Tak Perlu Resep Dokter

Sebuah penelitian di Universitas Miami, Amerika Serikat, memeriksa dua perkumpulan penderita peradangan sendi di pergelangan tangan.

Pada satu kelompok, dilakukan terapi pijat 1 kali seminggu dengan masa 15 menit selama 4 minggu berturut-turut. Sementara, golongan lainnya hanya mendapat obat-obatan buat mengatasi peradangan sendi. 

Hasilnya, golongan yang mendapatkan terapi pijat mengaku mengalami penurunan keseriusan sakit--haiddismenorea dan peningkatan kekuatan otot, dibandingkan golongan lain yang hanya mendapatkan obat.

Dengan metode serupa, ada pula penelitian lain yang dilakukan di New Jersey, AS. Namun, kali ini pesertanya melibatkan penderita radang sendi lutut. Sebanyak 68 manusia dibagi ke dalam dua kelompok.

Artikel lainnya: Cara Menurunkan Asam Urat Tanpa Obat

Satu golongan mendapat terapi pijat, sementara golongan yang lain mendapatkan obat-obatan untuk radang sendi. 

Hasilnya pun senada dengan penelitian sebelumnya. Pasien yang dipijat mengalami pengurangan rasa sakit--haiddismenorea dan kaku, serta peningkatan kegunaan urat dan sendi.

Pemberian tekanan pada beberapakawasan di tubuh seperti yang dilakukan masa dipijat dapat membantu meningkatkan metabolisme dan melancarkan aliran darah, terutama pada sendi yang sejak rusak. 

Selain itu, pijat pula dapat meningkatkan penyerapankecut urat, sehingga tak menumpuk di sendi. Kendati demikian, pijat saja tak dapat mengatasikecut urat.

Kedua penelitian di atas tak ada yang mengklaim bahwa pijat dapat menyembuhkankecut urat. Pijat hanya berfungsi sebagai terapi pendamping obat-obatan.

Perhatikan Ini Sebelum Pijat

Bagi anda yang mempunyai penyakitkecut urat dan merasakan sakit--haiddismenorea serta pegal, ada beberapa keadaan yang patut diperhatikan. 

Jika serangan gout (penyakitkecut urat) terjadi – dengan tanda bagian sendi tampak merah, hangat, nyeri, dan berat digerakkan – tunda dulu niatan buat dipijat. Pijatan malah akan memperparah kondisi yang sedang anda alami.

Artikel lainnya: Komplikasi Asam Urat yang Harus Anda Waspadai

Pada kondisi serangan akut gout, anda lebih cantik langsung berkunjung ke dokter. Pemijatan malah dapat memperberat pembengkakan yang sedang terjadi. Hal ini pula akan memperberat sensasi nyeri.

Kamu becus melakukan pijat andaikan gout dalam kondisi tenang dan tak meradang. Selain itu, pastikan pijat dilakukan di tempat yang jelas alias buat tenaga profesional, ya. 

Jangan lalai buat tetap membatasi asupan makanan tinggi purin, misalnya jeroan, kacang polong, kacang merah, asparagus, bayam, dan sebagainya. Lalu, usahakan rutin berolahraga dan konsultasi dokter buat mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Penderitakecut urat akan lebih cantik berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum melakukan pemijatan, agar sendinya becus diperiksa dahulu. Konsultasi dan pengobatan buat dokter tetap dibutuhkan, begitu pula pengaturan motif makan rendah purin. 

Kalau anda mau konsultasi lebih sigap efisien dari rumah, tanya dokter online di aplikasi KlikDokter. #JagaSehatmu, tidak tunggu sakit!

(FR/JKT)

Selengkapnya