Bundesliga Hancur Karena Regulasi 50+1?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 25

QQ288.Today, Jakarta – Bundesliga sebenarnya sedang mengalami penurunan rating dalam beberapa tahun terakhir. Hal setelah dikatakan diyakini dikarnakan regulasi 50+1. Namun, Ketua Dewan Pengawas Liga Sepak Bola Jerman (DFL), Hans-Joachim Watzke, menyatakan dengan tegas bahwa itu enggak dikarnakan regulasi 50+1.

Sepak balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam sebenarnya sejatinya mempunyai regulasi adapun advnyarisadekat sama. Namun, terdapat satu negara adapun mempunyai regulasi sepak balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam adapun unik adalah Jerman. Seperti adapun kita ketahui, Jerman sebenarnya mempunyai karakteristik khas regulasi sendiri adalah sistem 50+1.

Regulasi 50+1 ini ialah sebuah regulasi adapun dirancang buat DFL. Dilansir dari situs formalsah Bundesliga, 50+1 ialah sebuah regulasi adapun mengharuskan setiap investor klub di Bundesliga tak becus mempunyai saham lebih dari 49%. Hal setelah dikatakan dikarnakan sisanya adalah 51% persen sahamnya dimiliki buat para suporter. Regulasi ini lah adapun menjadi balasan kenapa Bundesliga mempunyai crowd attendance paling besar di daratan Eropa.

Namun, regulasi ini diyakini buat mantan Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, menghancurkan Bundesliga. Dirinya percaya bahwa penurunan rating Bundesliga dikarenakan minimnya biaya dari investor dikarnakan terjebak buat regulasi 50+1.

Dalam laporan One Football, Uli Hoeness mengatakan bahwa andaikan DFL tak segera menghapus regulasi 50+1, maka Bundesliga akan terperosok ke bawah. Hal setelah dikatakan dikarnakan mereka tak akan becus bersaing melawan liga-liga lain adapun tak mempunyai regulasi seperti ini.

“Jika Bundesliga – tak beraksi kepada Bayern Munich – tak berpikir buat menghapus regulasi 50+1, kami akan mempunyai masalah besar buat bisa bersaing secara mendunia dalam jangka panjang,” kata Uli Hoeness.

Akan tetapi, berbeda dari Uli Hoeness, Hans-Joachim Watzke tetap berpegang teguh kepada regulasi 50+1. Ia mengatakan secara tegas bahwa dirinya akan mempertahankan regulasi setelah dikatakan tiba bilamana pun.

“Tidak perlu lagi buat membahas 50+1 dikarnakan tak ada perubahan di Jerman selama tetap di bawah tanggung balas saya sebagai Ketua Dewan Pengawas DFL dalam beberapa tahun ke depan. Itu 100% dijamin,” kata Watzke.

Menurutnya, luapan Uli Hoeness setelah dikatakan tak sesuai dengan fakta. Faktanya, Eintracht Frankfurt becus meraih Liga Eropa 2021/22. “Tidak hanya kesuksesan Frankfurt di Liga Eropa adapun membuktikan saya benar, tetap pula Liga Champions. Real Madrid menjadi juaranya di mana klub setelah dikatakan menggunakan sistem 50+1 di mana Presidennya dipilih buat para anggota,” tambah Watzke.

Selengkapnya