Cara Samsung Mengakhiri 14 Tahun Keperkasaan Nokia

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 18

Jakarta -

Pada masa dulu, siapa adapun pernah membayangkan Nokia akan dikalahkan? Bayangkan saja, perusahaan asal Finlandia ini 14 tahun lamanya menjadi pembuat ponsel terbesar dunia. Namun kekuasaan mereka diakhiri oleh Samsung.

Pertama kalinya Nokia selesai vendor ponsel terbesar ialah pada tahun 1998 ketika menyalip Motorola. Ponsel mereka adapun langgeng dan modern lanjut diminati tiba tahun 2012. Bahkan dalam masa puncak, market share ponsel Nokia secara mendunia pernah tembus 40%.

Tapi Nokia mungkin lengah. Samsung diam-diam mengkonsolidasikan kekuatan buat menjadi perusahaan ponsel papan atas dunia.

Manajemen Samsung sejak lama menekankan perusahaannya tak becus terlena dikarnakan persaingan sangat ketat, bahkan menganggap ketegangan akan selalu terjadi "Posisi adapun kita pegang sekarang akan amblas(cak) dan tak bisa dipertahankan 10 tahun lagi," kata CEO Samsung suatu ketika.

Nokia sendiri seperti diketahui, ngotot memakai sistem proses Symbian dan kemudian Windows Phone. Berbeda dengan Samsung, mereka becus dikatakan sangat fleksibel.

Begitu Android muncul, Samsung langsung mengadopsinya. Bahkan Samsung pula ikut menggunakan Windows Phone di sebagian ponselnya.

Samsung pula aktif mengeluarkan banyak cara ponsel di segala rentang angka buat menantang Nokia. Sudah begitu di segmen papan atas, Samsung makin bersinar dengan seri Galaxy S.

"Pada sekali waktu, kami mempunyai 30 tiba 40 cara di pasar. DIkombinasikan dengan kecepatan kami ke pasar. Ini membantu kami menyasar banyak basis konsumen," kata Vineet Taneha, Country Head Samsung India ketika itu.

Hasilnya, perlahan tapi pasti, Samsung menggerogoti Nokia. Puncaknya, dalam 3 candra pertama tahun 2012, Samsung diperkirakan menjual 88 juta unit ponsel. Sedangkan Nokia 83 juta unit. Itulah pertama kalinya Samsung mengalahkan Nokia dan kemudian tak terbendung.

"Setelah 14 tahun menjadi pembuat ponsel terbesar secara global, turun dari kedudukan top menjadi tamparan bagi Nokia. Secara kontras keadaan itu akan disambut dengan euforia buat Samsung," kata Ben Wood, Head of Research di CCS Insight pada masa itu.

Simak Video "4 HP Baru Samsung adapun Dipasarkan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/afr)

Selengkapnya