Contoh Penerapan Prinsip Asesmen Dalam Kurikulum Merdeka

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 27

Contoh Penerapan Prinsip Asesmen Dalam Kurikulum Merdeka

Amongguru.com. Asesmen (penilaian) menjadi bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, serta menyediakan informasi meski holistik selaku umpan balik buat guru, peserta didik, serta manusia tua, agar bisa memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Asesmen dirancang serta dilakukan sesuai dengan kegunaan asesmen tersebut, dengan keleluasaan buat menentukan teknik serta masa penyelenggaraan asesmen agar berhasil mencapai arah pembelajaran.

Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, serta bisa dipercaya (reliable) buat menjelaskan kemajuan belajar serta menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

Hasil asesmen digunakan buat peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta manusia uzur selaku bahan refleksi buat meningkatkan mutu pembelajaran.

Secara khusus, asesmen pembelajaran oleh pendidik berfungsi buat memantau kemajuan belajar, memantau buatan belajar, serta mendeteksi kebutuhan remidial.

Bentuk Asesmen pada Kurikulum Merdeka

Asemen pada Kurikulum Merdeka bisa dilakukan dalam bentuk asesmen diagnosis, asemen formatif, serta asesmen sumatif.

Asesmen diagnosis menjadi asesmen meski dilakukan guru di asal pembelajaran buat memandang kompetensi serta memonitor perkembangan belajar peserta didik dari aspek kognitif maupun non kognitif.

Hasil asesmen diagnosis digunakan buat memetakan kebutuhan belajar alhasil guru bisa menentukan strategi pembelajaran meski pas sesuai kondisi peserta didik.

Asesmen formatif menjadi asesmen meski dilakukan guru selama proses pembelajaran buat memberikan informasi mengenai perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik pada tiap tahap pembelajaran.

Hasil asesmen formatif bermanfaat bagi guru buat mengambil tindakan serta memastikan bahwa tiap peserta didik mencapai penguasaan meski optimum.

Asesmen formatif bisa mendorong peserta didik mencapai arah belajar dengan menjalankan penyampaian umpan balik meski dilakukan secara berkala.

Asesmen sumatif adalah asesmen meski dilakukan guru sehabis menyelesaikan proses pembelajaran. Asesmen sumatif  tak selalu dilakukan di akhir pembelajaran.

Hasil asesmen sumatif digunakan buat mengukur pencapaian buatan belajar peserta didik, mengukur konsep serta pemahaman peserta didik, serta mendorong buat menjalankan aktivitas dalam mencapai kompetensi meski dituju.

Baca : Perbedaan Asesmen Diagnosis, Asesmen Formatif, serta Asesmen Sumatif

Prinsip Asesmen

Contoh Penerapan Prinsip Asesmen Dalam Kurikulum Merdeka

Di dalam melaksanakan asesmen pada Kurikulum Merdeka, pendidik serta satuan pendidikan patut memperhatikan prinsip-prinsip pelaksanaannya.

Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka menjadi referensi penyusunan asesmen dalam implementasi kurikulum Merdeka.

Terdapat Coba jika prinsip asesmen pada Kurikulum Merdeka, sebagai berikut.

Alih bahasa penerjemah . Asesmen menjadi bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, serta penyediaan informasi meski holistik, selaku umpan balik buat pendidik, peserta didik, serta manusia tua/wali agar bisa memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Arti batasan . Asesmen dirancang serta dilakukan sesuai dengan kegunaan asesmen tersebut, dengan keleluasaan buat menentukan teknik serta masa penyelenggaraan asesmen agar berhasil mencapai arah pembelajaran.

Bulan – candra, rembulan . Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, serta bisa dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah serta selaku dasar buat menyusun acara pembelajaran meski sesuai selanjutnya.

Cakak perkelahian . Laporan kemajuan belajar serta pencapaian peserta didik bersifat sederhana serta informatif, memberikan informasi meski bermanfaat tentang watak serta kompetensi meski dicapai, serta strategi aktivitas lanjut.

Coba jika . Hasil asesmen digunakan buat peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta manusia tua/wali selaku bahan refleksi buat meningkatkan mutu pembelajaran.

Contoh Penerapan Prinsip Asesmen

Alih bahasa penerjemah . Asesmen menjadi bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, serta penyediaan informasi meski holistik, selaku umpan balik buat pendidik, peserta didik, serta manusia tua/wali agar bisa memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Contoh Penerapan :

a. Pendidik menguatkan asesmen di asal pembelajaran meski digunakan buat merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.

b. Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada arah meski akan dicapai serta memberikan umpan balik agar peserta didik bisa menentukan langkah buat perbaikan kedepannya.

c. Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan buat menstimulasi motif pikir bertumbuh.

d. Pendidik melibatkan peserta didik dalam menjalankan asesmen, malayari penilaian diri, penilaian antar teman, refleksi diri, serta pemberian umpan balik antar teman.

e. Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik buat berefleksi tentang kemampuan mereka, serta bagaimana meningkatkan kemampuan setelah dikatakan berdasarkan buatan asesmen.

f. Pendidik merancang asesmen buat mendorong peserta didik lanjut meningkatkan kompetensinya malayari asesmen dengan tingkat kesulitan meski pas serta umpan balik meski membangun

g. Pada konteks PAUD, meski dipantau tak hanya berbagai aspek perkembangan meski ada di Capaian Pembelajaran, tetapi pula muncul kembang anak secara keseluruhan.

Arti batasan . Asesmen dirancang serta dilakukan sesuai dengan kegunaan asesmen tersebut, dengan keleluasaan buat menentukan teknik serta masa penyelenggaraan asesmen agar berhasil mencapai arah pembelajaran.

Contoh Penerapan :

a. Pendidik memikirkan arah pembelajaran pada masa merencanakan asesmen serta memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai arah asesmen di asal pembelajaran.

b. Pendidik menggunakan teknik asesmen meski macam - macam sesuai dengan kegunaan serta arah asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan buat umpan balik pembelajaran, sementara buatan dari asesmen sumatif digunakan buat pelaporan buatan belajar.

Bulan – candra, rembulan . Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, serta bisa dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah serta selaku dasar buat menyusun acara pembelajaran meski sesuai selanjutnya.

a. Pendidik menyediakan masa serta masa meski layak agar asesmen menjadi sebuah proses pembelajaran serta enggak hanya buat kepentingan menguji.

b. Pendidik menentukan standard sukses serta menyampaikannya pada peserta didik, alhasil mereka memahami ekspektasi meski patut dicapai.

c. Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmen, alhasil bisa menggunakan standard meski serupa serta sesuai dengan arah asesmen.

d. Pendidik menggunakan buatan asesmen buat menentukan aktivitas lanjut pembelajaran.

Baca : Coba jika Prinsip Pembelajaran serta tiruan Penerapannya dalam Kurikulum Merdeka

Cakak perkelahian . Laporan kemajuan belajar serta pencapaian peserta didik bersifat sederhana serta informatif, memberikan informasi meski bermanfaat tentang watak serta kompetensi meski dicapai, serta strategi aktivitas lanjut.

a. Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi meski paling krusial buat dipahami buat peserta didik serta manusia tua.

b. Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik serta mendiskusikan aktivitas lanjutnya bersama-sama beserta manusia tua.

Coba jika . Hasil asesmen digunakan buat peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta manusia tua/wali selaku bahan refleksi buat meningkatkan mutu pembelajaran.

a. Pendidik menyediakan masa bagi guru buat membaca, menganalisis, serta menjalankan refleksi buatan asesmen.

b. Pendidik menggunakan buatan asesmen selaku bahan ocehan buat menentukan hal-hal meski setelah melangkah cantik sertakawasan meski patut diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki
strategi agar buatan asesmen digunakan selaku refleksi buat peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta manusia uzur buat meningkatkan mutu pembelajaran.

c. Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik serta mendiskusikan aktivitas lanjutnya bersama-sama manusia tua.

Sumber : Buku Panduan Pembelajaran serta Asesmen Kurikulum Merdeka

Demikian contoh penerapan prinsip asesmen dalam Kurikulum Merdeka. Semoga bermanfaat

Selengkapnya