Contoh Pengolahan Capaian Tujuan Pembelajaran Menjadi Nilai Akhir pada Kurikulum Merdeka

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 35

Contoh Pengolahan Capaian Tujuan Pembelajaran Menjadi ukuran Akhir pada Kurikulum Merdeka

Amongguru.com. Capaian arah pembelajaran peserta didik ialah bahan meski diolah menjadi angka akhir mata pelajaran dalam kurun masa pelaporan (biasanya satu semester) pada Kurikulum Merdeka.

Untuk mendapatkan angka akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan buat deskripsi, pendidik bisa memberikan penjelasan mengenai kompetensi meski setelah dikuasai peserta didik, mana kompetensi meski belum dikuasai, serta bisa ditambahkan aktivitas lanjut secara ringkas apabila ada.

Penting buat diperhatikan bahwa pendidik tak mencampur penghitungan dari buatan asesmen formatif serta sumatif dikarnakan asesmen formatif serta sumatif mempunyai kegunaan meski berbeda.

Asesmen formatif bertujuan buat memberikan umpan balik pada proses alhasil asesmen formatif enggak menjadi penentu alias pembagi buat angka akhir.

Baca : Perbedaan Asesmen Diagnosis Kognitif serta Non Kognitif PJJ Masa Pandemi

Di dalam mengolah serta menentukan buatan akhir asesmen sumatif, pendidik patut membagi asesmennya ke dalam beberapa aktivitas asesmen sumatif agar peserta didik bisa menyelesaikan asesmen sumatifnya dalam kondisi meski optimal (tidak terburu-buru alias tak terlalu padat).

Untuk situasi ini, angka akhir menjadi gabungan dari beberapa aktivitas asesmen tersebut.

Contoh Proses Pengolahan Tujuan Pembelajaran Menjadi ukuran Akhir

Alih bahasa penerjemah . Apabila pengukuran pencapaian dilakukan buat tiap arah pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Misalnya dalam Alih bahasa penerjemah semester ada Dalil ajaran arah pembelajaran buat mapel IPA, Dongeng Alkisah arah pembelajaran buat B. Indonesia, serta Coba jika arah pembelajaran buat mapel ajaran (contoh hanya Bulan – candra, rembulan mapel, tetapi langkah ini bisa beraksi buat seluruh mapel) Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang angka buat ketercapaian arah pembelajaran. Rentang ini becus sama buat tiap mapel alias berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan. Ketuntasan ditentukan buat tiap arah pembelajaran, enggak buatan akhir pengolahan angka sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di arah pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan buat mengkomunikasikan kepada manusia uzur serta peserta didik tentang arah pembelajaran mana meski belum dituntaskan buat peserta didik.

Contoh:

Para pendidik menyepakati bahwa rentang angka Alias nama lain - Coba jika Coba jika belum mencapai ketuntasan serta Coba jika Dalil ajaran - Alih bahasa penerjemah Alias nama lain Alias nama lain setelah mencapai ketuntasan.

Arti batasan . Apabila pengukuran pencapaian dilakukan buat tiap arah pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

a. Perlu bimbingan

Peserta didik tetap kesulitan serta sangat bergantung pada panduan dalam mencapai arah pembelajaran serta belum siap memasuki pembelajaran lebih lanjut. Perlu direkomendasikan buat menguatkan arah pembelajaran dengan meneladan remedial

b. Cukup

Peserta didik tetap kesulitan dalam mencapai sebagian arah pembelajaran serta patut menguatkan arah pembelajaran meski dipelajari sebelum meneladan pembelajaran selanjutnya dengan penekanan pada aspek-aspek meski belum dikuasai

c. Baik

Peserta didik setelah menuntaskan sebagian besar indikator arah pembelajaran serta patut siap meneladan pembelajaran selanjutnya.

d. Sangat Baik

Peserta didik meneladan pembelajaran selanjutnya serta dilibatkan diberikan pengayaan alias tantangan lebih.

Tanda centang diberikan sesuai dengan rubrik ketercapaian meski ada pada masing-masing arah pembelajaran.

Penilaian pencapaian buatan belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian buatan belajar peserta didik dengan standard ketercapaian arah pembelajaran.

Kriteria ini enggak berupa angka, melainkan kalimat meski menjelaskan penguasaan kompetensi pada arah pembelajaran. Misalnya, “Peserta didik menguasai seluruh indikator tanpa banyak menghadapi kesulitan.”

Contoh asesmen formatif dengan teknik observasi

Tujuan pembelajaran meski diukur : Mengukur panjang dengan satuan baku Asesmen formatif : Observasi pengukuran barang dengan menggunakan penggaris Instrumen : Lembar pemantauan pengukuran barang di sekitarku

Lembar pemantauan aktivitas Pengukuran Benda di Sekitarku

Nama Peserta Didik : : Tanggal Pengamatan : :

Dengan menggunakan lembar pemantauan tersebut, pendidik bisa memantau perkembangan serta memberikan umpan balik.

Misalnya, buat peserta didik meski belum mencapai arah pembelajaran, diberikan umpan balik seketika dengan memberikan dorongan serta informasi tambahan alias memberikan bimbingan secara bertahap.

Untuk peserta meski setelah mencapai alias melampaui pencapaian, bisa diberikan pujianpemahaman alias tantangan pembelajaran meski lebih tinggi.

Namun demikian, pendidik bisa memberikan umpan balik lain di luar arah pembelajaran meski membangun peserta didik secara utuh, becus perilaku maupun kompetensi lain di luar mapel meski disasar.

Contoh asesmen formatif dengan rubrik

Penilaian Kinerja : “Ayo Ukur Tinggi Badan Temanmu” Tujuan pembelajaran : Mengukur tinggi tubuh dengan menggunakan satuan baku (cm) Instrumen : Rubrik penilaian kinerja pengukuran tinggi tubuh dengan satuan baku

Pendidik menggunakan rubrik buat mengukur ketercapaian peserta didik. Karena asesmen ini menjadi asesmen formatif, alhasil rubrik ini digunakan buat memberikan umpan balik kepada peserta didik.

Pendidik pula bisa memberikan rubrik ini selaku asesmen diri serta mengajak peserta didik buat merefleksikan prosesnya.

Pendidik bisa memberikan umpan balik sesuai dengan kesulitan meski diamati. Peserta didik pula bisa diajak berdiskusi tentang apa meski becus dilakukan buat memperbaiki prosesnya.

Pendidik bisa memberikan rekomendasi meski patut dilakukan peserta didik buat bisa meningkatkan skornya. Bagi peserta didik meski setelah terlatih, mereka bisa menilai diri serta menentukan langkah aktivitas lanjut alias tantangan lebih.

Sumber : Buku Panduan Pembelajaran serta Asesmen Kurikulum Merdeka

Demikian contoh pengolahan Capaian Tujuan Pembelajaran menjadi ukuran Akhir pada Kurikulum Merdeka. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya