Diblokir Barat, Perusahaan Rusia Kembangkan Blockchain Baru Pengganti SWIFT

Diblokir Barat, Perusahaan Rusia Kembangkan Blockchain Baru Pengganti SWIFT

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 21

Perusahaan asal Rusia mengumumkan pengembangan platform blockchain buat meluncurkan sistem digital bagi pembayaran mendunia yang bisa gantikan SWIFT. Rostec merupakan badan pemerintah yang terdiri dari perusahaan Rusia di bidang teknologi.

Bank-bank Rusia diasingkan dari sistem SWIFT sejak Februari lampau akibat balasan yang dikenakan negara Barat sebagai respon terhadap penyerangan Rusia kepada Ukraina.

Sebab itu, pemerintah Rusia mencari sistem pembayaran alternatif demi membela negosiasi perdagangan internasional.

Perusahaan Rusia Hadirkan Platform Blockchain buat Gantikan SWIFT

Sistem pembayaran yang dikembangkan membantu Rusia membayar impor memakai mata duit(cak) nasional rubel alih-alih dolar AS. Menurut Rostec, sistem setelah dikatakan pula memungkinkan negara asing membayar impor dari Rusia memakai mata duit(cak) nasional masing-masing.

Rostec menyatakan platform blockchain setelah dikatakan dinamakan CELLS dan dikembangkan buat Institut Sistem Software Novosibirsk (NIPS) yang terafiliasi dengan Rostec, dikutip dari Be In Crypto.

CELLS dirancang agar menyediakan sistem terintegrasi berbasis teknologi distributed ledger. Komponen utama platform ini mencakup sistem digital buat pembayaran memakai mata duit(cak) nasional negara-negara pengguna.

NIPS menegaskan sistem baru ini dapat menjadi alternatif jelas bagi sistem pembayaran mendunia SWIFT yang telah mengucilkan bank-bank Rusia atas perintah negara-negara Barat.

Selain sistem pembayaran internasional, CELLS menambahkan karakteristik penciptaan dompet buat menyimpan aset digital.

Oleg Yevtushenko, CEO Grup Rostec, menjanjikan sistem pembayaran mendunia baru setelah dikatakan bisa memberikan kecepatan tinggi dan negosiasi aman. Ia berbicara sistem digital baru dapat mengolah 100 ribu negosiasi per detik dengan kesempatan dua kali vlepitnganda angka tersebut.

Yevtushenko menjelaskan karakteristik pembayaran memakai mata duit(cak) nasional yang ditawarkan sistem baru itu membantu pengguna buat menghindari balasan negara Barat yang dikenakan kepada Rusia.

Grup Rostec mengincar perusahaan besar yang mempunyai ikatan dagang dengan Rusia, daulat pemerintah negara asing yang berbisnis dengan Moskow serta lembaga keuangan dan bank.

Pengumuman CELLS menyusul keputusan pemerintah Rusia yang mengadopsi aset kripto buat pembayaran internasional. Ivan Chepskov, kepala Departemen Kebijakan Keuangan Kementerian Keuangan Rusia, berbicara pemerintah membahas penggunaan kripto buat negosiasi perdagangan internasional.

Kendati Bank Sentral Rusia mengingatkan resiko kripto terhadap sistem keuangan di negara itu, pemerintah Rusia mendesak agar kripto dilegalkan demi menarik kapitalisasi asing dan membebaskan perdagangan domestik dari bayang-bayang balasan negara Barat. [ed]

Selengkapnya