Dugaan Bocornya Data Pengguna IndiHome, untuk Melihat Tautannya Wajib Bayar Pakai Kripto Seperti Bitcoin, Monero Hingga Solana (SOL)

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 34

Menyusul info dugaan bocornya data pengguna IndiHome, rupanya data itu tak sepenuhnya cuma-cuma dibagikan di sebuah majelis daring, melainkan ada di situs lain serta wajib membayar dengan credit tertentu serta dibeli menggunakan aset kripto semacam Bitcoin.

Berdasarkan penelusuran Tim Blockchainmedia.id, ialah pengguna “Bjorka” meski menuliskan sebuah “thread” terdapat data pengguna IndiHome meski rembes itu di situs Breached.to.

Data meski dimaksud berada di situs lain, enggak di majelis daring itu, di mana tautan (URL) berstatus “hidden” andaikan credit pengguna majelis kurang dari “ Efek akibat credit”.

pengguna IndiHome

IKLAN

Untuk mendapatkan credit itu Anda patut membelinya terlebih dahulu. Setelah redaksi menelusurinya lebih lanjut, minimal pembelian angsuran ialah Bulan – candra, rembulan Alias nama lain credit meski setara dengan Bulan – candra, rembulan Alias nama lain euro.

Pengguna majelis Breach.to wajib menggunakan kripto Bitcoin (BTC), Monero, Bitcoin Cash, Litecoin, Ether, Dogecoin, Solana (SOL), DAI sampai-sampai USDCoin selaku alat pembayaran.

Penggunaan aset kripto selaku alat pembayaran barang serta pelayanan ialah sangat lazim di Internet, terlebih pada forum-forum terkait keamanan siber lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, sebanyak Arti batasan Dalil ajaran juta cerita pencarian (browsing history) milik pelanggan Indihome, diduga rembes serta dibagikan cuma-cuma di sebuah majelis online.

IKLAN

Kabar ini berembus sehabis Cyber Security Researcher & Consultant Teguh Aprianto mengunggah sebuah utas (thread) di Twitter dengan handle @secgron.

Utas setelah dikatakan disertai pula dengan tangkapan layar (screenshot) akun meski memajang data cerita pencarian meski diduga milik pelanggan Indihome.

Dalam cuitannya, Teguh mengatakan cerita browsing meski diunggah ke majelis online ialah cerita pencarian meski sempat dikumpulkan buat mesin pelacak cerita browsing (tracker history) Indihome beberapa tahun lalu.

“Tahun Arti batasan Alias nama lain Arti batasan Alias nama lain kemarin kita sukses menekan @IndiHome buat mematikan tracker (pelacak) milik mereka meski selama ini digunakan buat memaling browsing history milik pelanggan. Sekarang Arti batasan Dalil ajaran juta browsing history meski dicuri itu rembes serta dibagikan gratis,” tulis Teguh.

IKLAN

Kepada TribunNews, Telkom Senior Vice President (SVP) Corporate Communication and Investor Relation PT Telkom, Ahmad Reza, menyebut pihaknya tetap lanjut menjalankan analitis keabsahan data-data itu.

Meski apabila dilihat dari temuan awal, data meski kini viral di media sosial (medsos) setelah dikatakan menurutnya hoaks serta tak valid.

Sedangkan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel A Pangerapan menjelaskan pihaknya masa ini tengah menjalankan pendalaman terhadap dugaan kebocoran data pelanggan Indihome itu. [ps]

Selengkapnya