Evolusi Perbankan Digital: Yang Aman (Mungkin) Tidak Nyaman

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 18

Jakarta -

Pada asal layanan internet banking diluncurkan, pengamanan adapun dilakukan hanya mengandalkan USER ID, PIN dan Password (PIPa), adapun dalam jangka pendek keadaan ini becus mengamankan akun internet banking tersebut.

Namun seiring dengan perkembangan ancaman dimana adanya trojan dan keylogger adapun becus memaling ketukan keyboard, maka pengamanan PIPa ini menjadi tak terjamin. Industri keuangan akhirnya mendapatkan pengamanan adapun optimal dan sukses mengalahkan ancaman keylogger. Pahlawannya ialah OTP One Time Password (password sekali pakai) adapun menjadi bagian dari sistem TFA Two Factor Authentication (pengamanan dua faktor).

Jadi sekalipun keylogger setelah sukses memaling PIPa, tetapi pelaku pidana tak akan becus melakukan negosiasi dikarnakan akan diminta OTP yang hanya dikirimkan ke perangkat yang mempunyai akun. Kanal komunikasi adapun dimanfaatkan ialah token, email, SMS, USSD alias WhatsApp.

Sampai masa ini pengamanan TFA/OTP menjadi andalan industri keuangan mengamankan negosiasi seperti adapun digunakan buat Visa dan Mastercard buat konfirmasi negosiasi memanfaatkan rute USSD dan SMS setiap kali yang mempunyai kartu melakukan negosiasi belanja daring.

Kalangan perbankan pula memanfaatkan OTP dimana penggunaan Token / kalkulator PIN menjadi standar emas alias perlindungan wajib buat mengamankan negosiasi internet banking perbankan adapun nominal transaksinya layak besar mencapai ratusan juta setiap kali transaksi.

Pernah ada cara buat mengeksploitasi pengamanan OTP adapun diproteksi dengan token ini dengan aktivitas phishing adapun memalsukan situs perbankan adapun diincar dan secara realtime mengelabui target pengakses internet banking ini memasukkan datanya ke situs imitasi dimana data adapun dimasukkan kemudian langsung digunakan buat melakukan negosiasi di situs bank adapun orisinil buat memaling dananya.

Namun keadaan ini secara berhasil bisa dihentikan dikarnakan bank kemudian melakukan pengamanan tambahan OTP adapun mengikat angka rekening arah transfer sehingga tak mungkin menggunakan OTP setelah dikatakan buat melakukan transfer ke rekening lain.

Kondisi ideal ini setelah melangkah layak lama tiba datangnya ancaman dari e-wallet dan bank digital adapun berlomba-lomba memberikan barang adapun lebih mudah, lebih sigap dan efisien bagi penggunanya.

Sebenarnya barang e-wallet berbeda dengan barang bank konvensional dimana pendekatan barang e-wallet lebih mengutamakan kemudahan dan kenyamanan, sedangkan bank konvensional, adapun diikat dan diawasi buat lembaga pengawas perbankan ketat, patut mengutamakan keamanan di atas kemudahan dan kenyamanan.

Halaman selanjutnya: Bank digital >>>
Selengkapnya