FIFA Tetapkan Piala Dunia U-20 digelar pada 30 Mei - 11 Juni 2023 di Indonesia 

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 156

Foto aerial Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang diperuntukkan buat venue Piala Dunia U-20 2023 di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan.

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi

Piala Dunia U-20 2023 ini akan diikuti 24 tim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Sepak balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam Dunia (FIFA) setelah formalsah mengumumkan agenda kick off Piala Dunia U-20 2023 yang akan digelar di Indonesia. FIFA mengkonfirmasi bahwa kejuaraan akan dimainkan sejak 30 Mei - 11 Juni 2023. Piala Dunia U-20 2023 ini akan diikuti 24 tim, sejauh ini ada empat negara yang setelah memastikan tempat di putaran final, merupakan Italia, Inggris, Prancis dan Indonesia (tuan rumah).

"Pada Desember 2020, sebagai konsekuensi dari pandemi Covid-19, Biro memutuskan buat membatalkan Piala Dunia U-20 terbitan 2021 dan menunjuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi tuan rumah kompetisi pada 2023. Setelah ocehan dengan PSSI, serta konsultasi dengan seluruh konfederasi, Biro setelah mengkonfirmasi bahwa kejuaraan akan dimainkan dari 20 Mei sampai-sampai 11 Juni 2023," tulis pernyataan formalsah FIFA, Jumat (24/6/2022).

Pada asal candra ini, tepatnya 8-17 Juni 2022 perwakilan FIFA setelah melakukan anjangsana pemeriksaan di enam stadion yang akan menjadi venue buat ajang dua tahunan tersebut. Di antaranya Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

PSSI mengatakan anjangsana pemeriksaan buat delegasi FIFA itu sebagai penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 2023 di Indonesia, setelah sebelumnya pada 2021 tertunda akibat pandemi Covid-19. Ketua Umun PSSI Mochamad Iriawan memastikan secara keseluruhan Indonesia siap buat menjadi tuan rumah pada gelaran tersebut. Dia mengakui setelah pemeriksaan yang dilakukan buat FIFA, ada beberapa keadaan yang perlu diperbaiki lagi. Tapi menurutnya itu enggak masalahcyang berarti.

"Memang ada beberapa yang patut diperbaiki lagi dikarnakan setelah lama (mengali penundaan), dari 2021 dan sekarang 2022. Yang jelas kita tetap berharap enam venue itu tetap dipakai (untuk pertandingan), selesai perbaikan-perbaikan akan dilakukan, setelah ada bimbingan pula setelah pengecekan dari FIFA, setelah ini mungkin akan ada perbaikan di beberapa stadion tersebut," kata Iriawan kepada republika.co.id Jumat (24/6).

"Perlu diketahui venue enggak domainnya saya, tapi pemerintah adalah Kemenpora, FIFA kemarin ngecek juga didampingi buat pemerintah. Pemerintah pula sifatnya membantu kita, enggak ikut kombinasi dalam kegiatan teknis sepak bola-nya, dan saya yang bertanggung jawan buat peningkatan timnas," kata dia menambahkan. 

Selengkapnya