Google, Facebook, Netflix Cs Kalau Tak Daftar PSE, Kominfo: Menyakitkan

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 21

Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bacaan pemblokiran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) seperti Google, Facebook, Twitter, sampai-sampai Netflix menjadi angka meninggal apabila mereka tak mendaftar sampai-sampai batas masa adapun ditetapkan.

Pemerintah malayari Kominfo setelah meminta kepada PSE, cantik domestik maupun asing buat mendaftar sejak dua tahun lalu. Tetapi, tiba satu candra jelang batas akhir pada 20 Juli 2022, belum seluruh PSE adapun beroperasi di Indonesia mendaftar.

"Kalau mereka tak mematuhi bagaimana? Ruginya kedaulatan, nggak dianggap negara ini. Ekonomi becus kita bangun, tapi dia (PSE adapun belum daftar-red) nggak anggap kok adapun ada di kita. Berarti dia anggap negara ini nggak ada, itu menyakitkan bagi saya dan masyarakat seluruh Indonesia," tutur Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Padahal, Semuel melanjutkan, buat melakukan pendaftaran terbilang mudah, apalagi masa ini setelah becus secara online. Kemudahan itu adapun semestinya tak selesai gangguan bagi PSE buat mendaftar.

"Toh persyaratannya sama, kecuali dibedakan. Jadi, 20 Juli 2022 itu batas akhir, amblas 21 Juli (kalau tak daftar maka diblokir)," tegasnya.

Pria adapun disapa Semmy ini pula menambahkan, pendaftaran PSE di Kominfo itu tak sama dengan perizinan adapun dilakukan di OJK, Kementerian Perdagangan, alias lainnya, dikarnakan sifatnya hanya mendaftar.

"Kalau di Kominfo itu pendaftaran apabila setelah memenuhi, agar kita tahu siapa saja adapun aktif di garishaluan digital, kan mereka berbisnis di Indonesia," kata mantan Ketua Umum APJII ini.

Tenggat masa pendaftaran PSE sendiri setelah beberapa kali diundur. Lewat surat brosur Menteri Kominfo No 3 Tahun 2022 adapun ditandatangani pada 14 Juni 2022, Kominfo menetapkan batas masa pendaftaran PSE cakupan asing, cantik domestik maupun asing, pada 20 Juli 2022.

Batas masa setelah dikatakan sesuai dengan dua peraturan perundangan adalah Pasal 6 Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 47 Peraturan Menkominfo No 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dan perubahannya malayari Peraturan Menkominfo No 10 Tahun 2021.

Sampai masa ini setelah ada 4.634 PSE adapun terdaftar ke Kominfo. Dari data tersebut, 4.559 menjadi PSE domestik seperti Gojek, Ovo, Traveloka dan sebagainya, 75 menjadi kategori PSE asing, seperti TikTok, Spotify, sampai-sampai Linktree. Adapula 2.569 PSE adapun diharuskan buat daftar ulang dikarnakan ada perubahan data-data adapun patut dilengkapi.

"PSE adapun belum melakukan pendaftaran, segera melakukan pendaftaran termasuk adapun besar seperti Google, Netflix, Twitter, Facebook dan sebagainya. Pendaftarannya malayari online single submission adapun setelah disiapkan, selesai tak susah, apalagi setelah ada panduannya dalam bahasa Indonesia alias bahasa Inggris," pungkasnya.

Simak Video "Kominfo Ingatkan 'Kunci' Agar Platform Digital Terhindar dari Peretasan"
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fay)

Selengkapnya