Institut STIAMI Helat Dialog Interaktif Akademisi Menjemput Praktisi Menyoal Tentang Pemberlakuan UUCK 11/2020 DULU, KINI dan NANTI

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 24

Bekasi, Info Pendidikan
Institut STIAMI Kampus B Cikarang, bersama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menghadirkan Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng (Rektor Institut STIAMI), Dr. Ir. Yunus Triyonggo, M.M.,CAHRI (HR & GA Director PT. Bridgestone Tire Indonesia, Ketua Steering Committee GNIK Pusat), Dr. Woeryono, S.H.,MH.,MM (Lawyer & Konsultan Hubungan Industrial), Dr. Anwar Budiman, S.H.,MH.,MM (Lawyer, Dosen dan General Manager) sebagai pembicara dalam kegiatan percakapan interaktif Akademisi Menjemput Praktisi, dengan tema ‘Mnyoal tentang pemberlakuan UUCK 11/2020, DULU, KINI dan NANTI’ dengan Pemantik Diskusi, Drs. Marwito, M.Si (Direktur Area GNIK Kabupaten Bekasi).

Kegiatan ini dibuka buat para Praktisi HR se- Jabodetabek. Para pembicara menyampaikan presentasinya dengan sangat menarik sehingga memantik antusiasme dan semangat para peserta buat turut berpendapat, mengomentari, bertanya dan mendiskusikan isu-isu seputar tema adapun dipresentasikan buat para pembicara.

Salah satu keadaan menarik adapun disampaikan Dr. Ir. Yunus Triyonggo, M.M.,CAHRI dalam pemaparannya terkait pemberlakuan masa kini ialah bahwa apa adapun tercantum sekarang ialah illustrasi pemikiran dulu.

“Apa adapun tercantum masa ini, menjadi ilustrasi dari pemikiran dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Anwar Budiman, S.H.,MH berbicara tentang masa Dulu. Ia menyampaikan, bahwa Hukum itu mengikat kecuali andaikan dilakukan perubahan, sebaliknya tiba hukum itu ditetapkan maka perubahan akan selalu ada.

“Jadi, tidak gamang dengan pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja,” paparnya lebih lanjut.

Di tempat adapun sama, Dr. Woeryono membahas tentang pemberlakuan UUCK masa Nanti. Ia pun mengatakan, Nantinya Undang-undang Cipta kerja tak akan beraksi bagi pengusaha dan pekerja adapun setelah mempunyai Perjanjian Kerja Besama (PKB) alias peraturan perusahaan (PP).

“Artinya, UU Cipta Kerja tak akan beraksi bagi beberapa pegawai adapun setelah mempunyai PKB sebelum UU Cipta Kerja formalsah berlaku,” ujarnya.

Disisi lain, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM menyampaikan, bahwa Kuliah itu tak hanya buat mencari kepintaran, tapi npelajaran ialah proses pendewasaan berpikir, adapun paling tak kita becus tahu bertanyanya kepada siapa andaikan menemui masalah.

<span;>Lanjut dia, bundaran terluar dalam sebuah kepemimpinan ialah administrasi, bundaran selanjutnya ialah manajemen dan bundaran adapun paling dalam ialah komunikasi.

<span;>”Institut STIAMI menjadi pilihan adapun pas buat melanjutkan npelajaran ke jenjang selanjutnya. Dan Institut STIAMI membuka lebar ruang, mau kuliah, mau sharing maupun mengajar buat para pekerja dalam upaya penciptaan sinergitas dan percepatan capaian link and match serta capaian kompetensi kerja di bumi akademisi, bumi industri, bumi usaha, bumi badan dan relasi,” tuturnya.

Dialog Interaktif ini diikuti buat lebih dari 75 manusia adapun berasal dari para pekerja HR dan General Affair se-Jabodetabek. Antusiasme para peserta terhadap kegiatan ini semakin mendorong Institut STIAMI buat senantiasa menghadirkan kajian-kajian adapun edukatif dan fertil tak hanya bagi akademisi dan prakstisi saja, melainkan pula bagi masyarakat luas.■ RIS

Post Views: 7

Selengkapnya