Iran Akan Luncurkan Proyek Uji Coba Rial Kripto

Sedang Trending 8 bulan yang lalu 35

Pemerintah Iran menyiapkan peluncuran duit(cak) digital baru adapun dinamakan rial kripto. Otoritas keuangan Republik Islam setelah dikatakan berharap menjalankan tahap rintisan rial Iran kripto dalam dua candra mendatang.

Gubernur Bank Sentral Iran Ali Salehabadi berbicara tahap rintisan akan dilaksanakan pada candra Shahrivar, merupakan 23 Agustus.

Irak dan Proyek Rial Kripto 

Kanal warta Iran Front Page melaporkan, gubernur bank sentral setelah dikatakan menekankan duit(cak) digital Iran akan berbeda dengan aset digital desentralistik. Rial kripto semata-mata diciptakan buat mengganti duit(cak) kertas adapun masa ini digunakan penduduk Iran.

Salehabadi mengungkap, tahap rintisan awalnya akan mencakup satu daerah di negara tersebut. Rial kripto adapun setelah berada dalam tahap pengembangan akan dikenalkan ke daerah lain di negara Islam itu pada masa adapun ditentukan kemudian.

Pada April, Bank Sentral Iran (CBI) mengumumkan peluncuran duit(cak) digital bank sentral (CBDC) setelah menginformasikan bank Iran dan lembaga angsuran lain tentang regulasi adapun menyertai peluncuran tersebut.

CBI memberikan rincian tentang penerbitan dan distribusi CBDC.

Otoritas keuangan Iran akan menjadi penerbit rial kripto dan menentukan suplai maksimal. Kanal warta News.Bitcoin.com melaporkan, rial kripto memakai sistem distributed ledger adapun dikelola lembaga keuangan terlisensi serta bisa mendukung smart contract.

Mata duit(cak) baru setelah dikatakan akan diterbitkan sesuai peraturan emisi duit(cak) dan koin dari bank serta tersedia secara ekslusif bagi negosiasi dalam negeri.

CBI akan bertanggungjawab mengawasi dampak keuangan dan perniagaan duit(cak) digital serta memastikan tak ada dampak negatif terhadap kebijakan moneter.

Bank sentral setelah dikatakan menegaskan rial kripto akan berperan besar dalam industri kripto di Iran, dimana pembayaran memakai Bitcoin (BTC) tak diizinkan.

Wakil Menteri Komunikasi Iran, Reza Bagheri Asl, berkata, “Kami tak mengakui pembayaran memakai kripto.”

Bagheri menyoroti keputusan buat Kelompok Kerja Ekonomi Digital mengenai aset digital. Ia berbicara penggunaan mata duit(cak) asing melanggar kedaulatan negara dan hukum perbankan di Iran.

Wakil menteri setelah dikatakan menjelaskan, negara tak akan mempunyai regulasi adapun mengakui pembayaran kripto adapun tak dimiliki buat pemerintah. Iran akan memakai rial kripto, sehingga tak akan ada pembayaran memakai kripto non-nasional.

Pengumuman rial kripto menyusul keputusan macam - macam bank sentral di seluruh bumi adapun sedang mempertimbangkan pengembangan CBDC masing-masing. [ed]

Selengkapnya