Irena Handono, Temukan Islam Saat Jalani Pendidikan Biarawati 

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 26

Irena Handono, Temukan Islam Saat Jalani Pendidikan Biarawati 

Foto: Republika/Agung Supriyanto

Irena Handono ialah pendiri Irena Center, sebuah sekolah Islam buat para mualaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Irena Handono ialah satu manusia mualaf Indonesia adapun terkenal. Dia aktif mendukung mualaf dan menyebarkan pesan Islam.

Irena ialah pendiri Irena Center, sebuah sekolah Islam buat para mualaf. Irena sendiri memeluk Islam pada 1983.

Kisahnya sampai-sampai memeluk Islam begitu inspiratif dikarnakan Irena dibesarkan dalam keluarga adapun religius di Indonesia. Dia pula dibesarkan dalam keluarga terpandang dan kaya, serta tak kurang dalam menerima pendidikan adapun baik.

Bagi Irena dan keluarganya di zamannya, menjadi non-Muslim berarti mereka berbeda dengan mayoritas penduduk Indonesia adapun beragama Islam. Mereka kaya, berpendidikan, dan memakai sepatu adapun cantik di masa tahun 1990-an dimana kondisi masyarakat umumnya kala itu belum menerima pendidikan merata. Sementara itu, sebaliknya, Muslim tak sebagus dalam pandangan mereka.

"Muslim, begitu kami percaya, miskin, tak berpendidikan dan selalu mempunyai sandal jepit mereka dicuri di depan masjid. Hanya lama-lama kemudian selama studi saya buat menjadi satu manusia biarawati, saya mempertanyakan pandangan adapun sangat dangkal ini," tulis Irena, seperti dikutip dari About Islam.

Dalam benak Irena masa itu, ia hanya mau mempersembahkan hidupnya buat Tuhan. Sejak usia dini, ia setelah menerima bimbingan agama. Saat remaja, ia aktif berpartisipasi dalam beberapa kegiatan di tempat tinggal ibadah domestik mereka. Ia ingat selalu mempunyai cita-cita menjadi satu manusia biarawati.

Dalam agamanya terdahulu, meninggalkan kehidupan duniawi buat tinggal di biara ialah keadaan adapun paling mulia dilakukan. Irena mengaku mau mendedikasikan hidupnya hanya buat Tuhan. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, ia mengikuti panggilan Tuhan dan memutuskan mendaftar di seminari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya