Jenis-Jenis Penyakit Periodontitis yang Harus Diketahui

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 28

Periodontitis ialah peradangan pada jaringan lunak akibat infeksi bakteri. Ada berbagai tipe bakteri penyebab periodontitis sehingga akan berbeda pula efeknya pada seseorang.

Selain itu, penyakit pada rongga perkataan ini tak hanya berdiri sendiri, melainkan becus pula terjadi akibat beberapa penyakit di luar rongga mulut.

Berdasarkan keadaan tersebut, periodontitis terbagi ke dalam beberapa kelompok. Berikut ialah jenis-jenis periodontitis yang sebaiknya anda ketahui:

1. Periodontitis Kronis
Periodontitis Kronis
Periodontitis Kronis

Periodontitis akut terjadi akibat akumulasi plak dan karang gigi. Jenis periodontitis ini merupakan yang paling banyak dijumpai pada rongga perkataan dibandingkan dengan tipe lain.

Sebagian besar periodontitis dijumpai pada manusia dewasa. Sementara itu, hanya sedikit kasus yang ditemui pada anak-anak.

Ada dua keadaan yang becus memicu periodontitis kronis, adalah keadaan domestik dan keadaan pendukung.

Faktor domestik menjadi penyebab utama periodontitis kronis. Sementara itu, keadaan pendukung alias keadaan lingkungan yang becus memperparah kondisi, misalnya kebiasaan merokok dan stres.

Artikel Lainnya: Ini Perbedaan Gingivitis dan Periodontitis

Periodontitis akut ditandai dengan hilangnya pelekatan padakawasan gusi dan gigi. Penderita pula becus kehilangan tulang alveolar sebagai tulang penyangga gigi.

Tingkat keparahannya diukur dari kedalaman ujung gusi sampai-sampai dasar poket. Berikut ini rinciannya:

Ringan: 1-2 mm Sedang: 3-4 mm sedang Parah: > 5 mm
2. Periodontitis Agresif

Peradangan pada jaringan pendukung gusi yang mengalami perkembangan penyakit secara sigap dicurigai sebagai periodontitis agresif.

Periodontitis agresif sama seperti periodontitis kronis. Kedua kondisi ini mengakibatkan seseorang mengalami kehilangan tulang.

Perbedaannya, pada periodontitis agresif kehilangan tulang berlangsung secara cepat. Kehilangan tulang alveolar pula meluas, terjadi pada lebih dari satu gigi.

Lalu, kondisi plak dan karang gigi pada periodontitis agresif tak terlalu banyak.

Selain itu, periodontitis agresif becus terjadi karena cerita keturunan. Artinya, apabila manusia uzur mengalami periodontitis agresif, maka anak alias keturunannya pula mempunyai kemungkinan buat mengalami keadaan yang sama.

Ciri lain dari jenis periodontitis ini ialah antara ujung gusi dengan dasar poket lebih dari 7 mm.

Artikel Lainnya: Gum Boil, Ketika Gusi Bengkak dan Bernanah

Periodontitis agresif terbagi menjadi setidaknya dua jenis, yaitu:

Periodontitis Agresif Lokal

Periodontitis agresif domestik terjadi ketika seseorang kehilangan tulang pada daerah celah antar gigi. Kondisi ini tak terjadi pada gigi seri dan gigi geraham besar. 

Periodontitis Agresif General

Pada periodontitis agresif general, kehilangan tulang alveolar melibatkan minimal tiga gigi selain gigi yang setelah disebutkan pada periodontitis agresif lokal.

3. Periodontitis Manifestasi Penyakit Sistemik
Periodontitis Manifestasi Penyakit Sistemik
Periodontitis Manifestasi Penyakit Sistemik

Selain sebagai suatu penyakit, periodontitis pula dapat menjadi tanda adanya penyakit lain di dalam tubuh.

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang bisa memengaruhi kondisi rongga mulut. Penderita glukosuria akan mengalami gigi buncang akibat kehilangan tulang alveolar.

Selain diabetes, infeksi HIV pula berhubungan dengan periodontitis. Orang dengan HIV akan lebih rentan mengalami penyakit gusi ini.

Kondisi rongga perkataan penderita HIV cenderung lebih kotor, sehingga plak dan karang gigi akan terlihat banyak pada rongga mulut.

Jadi, apabila menemukan pasien dengan periodontitis, dokter akan memberi pertanyaan mengenai kedua penyakit tersebut.

Secara klinis, tipe periodontitis yang disebabkan buat penyakit glukosuria dan HIV mempunyai bentuk dan karakteristik yang sama dengan periodontitis kronis.

Jika gejala tak disertai dengan karakteristik penyakit yang lebih spesifik dan buatan pemeriksaan subjektif pasien tak dicurigai mempunyai glukosuria alias HIV, tipe periodontitis yang dialami ialah periodontitis akut tanpa penyakit penyerta.

Namun, apabila terdapat karakteristik pendukung dua penyakit tersebut, maka tipe periodontitis yang dialami pasien ialah periodontitis manifestasi penyakit sistemik.

Kini anda setelah tahu pengelompokkan periodontitis dan gejala yang dapat muncul. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi ini, periksakan ke dokter buat mendapatkan penaksiran dan penanganan yang sesuai.

Konsultasi lebih gampang dengan dokter terkait kesehatan rongga perkataan becus malayari karakteristik Live Chat. Dapatkan pula informasi menarik lainnya seputar gigi dan perkataan dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[WA]

Referensi:

Kuswandani, O. Sandra. Academic Stress Influences Periodontal Health Condition and Interleukin-1 beta Level. Journal of Dentistry Indonesia, 2014; 21(1): 16-20.

Gumus, Pinar. The Role of TLRs in The Pathogenesis of Periodontal Diseases. Journal of Dental Science and Therapy, 2016; 1(1): 3-6.

Carranza, FA. Clinical Periodontology. Edisi ke-9. Philadelphia: WB Saunders. Pp160- 183, 2006; 349-350.

Selengkapnya