Juknis Pemberian Insentif Guru Bukan PNS pada RA dan Madrasah 2022

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 29

Juknis Pemberian Insentif Guru Bukan PNS pada RA dan Madrasah 2022

Amongguru,com. Petunjuk Teknis Juknis Pemberian Insentif Guru Bukan PNS pada RA dan Madrasah 2022 setelah diterbitkan buat Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Juknis setelah dikatakan tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 19 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Radhatul Athfal dan Madrasah Tahun Anggaran 2022.

Juknis Pemberian Insentif Guru Bukan PNS pada RA dan Madrasah Tahun 2022 ini diterbitkan di dalam upaya meningkatkan kapasitas pembelajaran pada Raudtatul Athfal dan Madrasah, buat meningkatkan motivasi, kinerja dan kesejahteraannya.

Tunjangan Insentif ialah tunjangan yang diberikan kepada guru enggak pegawai negeri sipil yang bertugas pada Raudtatul Athfal (RA) dan Madrasah.

Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya menjadi guru enggak pegawai negeri sipil pada RA dan Madrasah yang diselenggarakan buat pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tujuan

Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada RA dan Madrasah bertujuan buat meningkatkan:

1. kapasitas proses belajar-mengajar dan hasil belajar peserta didik di RA dan Madrasah;

2. dorongan dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya; dan

3. kesejahteraan Guru RA dan Madrasah enggak bukan pegawai negeri sipil.

Sasaran dan Kriteria

Sasaran alias penerima tunjangan insentif guru dengan standard alias persyaratan sebagai berikut.

1. Sasaran

a. Berstatus sebagai guru RA dan Madrasah.

b. Bukan PNS, enggak CPNS dan/atau PPPK pada Kementerian Agama alias instansi lain.

2. Kriteria

Kriteria guru RA dan Madrasah penerima tunjangan insentif sebagai berikut.

a. Aktif mengajar di RA, MI, MTs alias MA/MAK dan terdaftar di acara SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama).

b. Belum lulus Sertifikasi.

c. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

d. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama.

e. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, adalah guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat buat Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau ketua penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan buat masyarakat buat jangka masa paling singkat 2 (dua) tahun secara lanjut menerus

f. Memenuhi Kualifikasi Akademik S-1 alias D-IV.

g. Memenuhi beban kerja minimal 6 masa tatap sosok di satminkalnya.

h. Bukan penerima donasi sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.

i. Belum usia pensiun (60 Tahun). Diprioritaskan bagi guru yang usianya lebih tua.

j. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.

k. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah.

l. Tidak merangkap kedudukan di lembaga eksekutif, yudikatif, alias legislatif.

m. Tunjangan Insentif dibayarkan kepada guru yang dinyatakan layak bayar buat Simpatika (dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar).

Sumber Dana

Pemberian tunjangan insentif ini dibebankan anggarannya pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Penetapan Penerima

Penetapan penerima dilakukan dalam bentuk penerbitan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam berdasarkan buatan konfirmasi dan legalisasi data Simpatika.

Baca : Edaran Pengumuman Hasil Seleksi Akademik PPG Daljab Tahun 2022

Penyaluran Tunjangan Insentif

Tunjangan Insentif bagi guru enggak PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan. Penyaluran tunjangan insentif dilakukan setiap semester.

Nominal Tunjangan Insentif

Besar tunjangan insentif ialah Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per manusia per candra disalurkan dalam 2 (dua) tahapan pada tiap semester.

TIap guru yang memennuhi kriteri dan persyaratan, menerima tunjangan insentif Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per candra sesuai dengan anggaran yang tersedia di tahun anggaran berlajang (on going), meskipun mengajar pada 2 (dua) RA dan Madrasah alias lebih.

Penyaluran tunjangan insentif diberikan kepada guru secara akuntabel, transparan, dan kredibel, serta tak dibenarkan adanya penguranan, pemotongan, alias pungutan dengan dalih apa pun, buat pihak manapun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Radhatul Athfal dan Madrasah Tahun Anggaran 2022 selengkapnya bisa dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Demikian Juknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Radhatul Athfal dan Madrasah Tahun Anggaran 2022. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya