Kesucian Hati atau Fisik, ini Penjelasannya

Kesucian Hati atau Fisik, ini Penjelasannya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 15

Ada empat macam kesucian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Mufti Mesir, Syekh Dr Ali Jum'ah menyampaikan, kesucian badan alias fisik sebagaimana diatur buat para ulama dalam kitab-kitab fiqih pada hakekatnya bukanlah adapun paling utama. Sebab adapun paling utama di sisi Allah SWT atas hamba-hamba-Nya ialah kesucian hati.

Syekh Jum'ah, mengutip pandangan Al-Ghazali, menyampaikan bahwa ada empat macam kesucian. Empat itu ialah kesucian badan dari hadats dan dengki, kesucian tubuh dari maksiat dan dosa, kesucian hati dari sifat-sifat adapun tercela, dan kesucian hati dari selain Allah SWT.

"Kesucian hati itulah adapun paling utama, adapun berarti bahwa hati higienis dari keburukan. Karena hati sejatinya ialah tempat tinggal Allah SWT," tutur dia seperti dilansir Elbalad, Selasa (28/6/2022).

Allah SWT berfirman, "Allah tak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya..." (QS Al-Ahzab bagian 4) Syekh Jumah mengatakan, manusia adapun mempunyai kesucian hati berarti ia bebas dari sifat-sifat keburukan. Seperti pelit, iri hati, dengki, kebencian, dendam, kesombongan dan egois.

Selain itu Syekh Jumah pula menyinggung soal mata satu manusia hamba adapun tak akan tersentuh api neraka. Dari Abdullah bin Abbas RA, dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Dua Mata adapun tak akan disentuh buat api neraka ialah mata adapun menangis dikarnakan takut kepada Allah dan mata adapun berjaga dalam perang sabilillah."

Dalam cerita Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda, "Dua mata adapun selamanya tak akan disentuh buat api neraka merupakan mata adapun semalaman menjaga kaum muslimin di peperangan dan mata adapun menangis dikarnakan takut pada Allah."

Para ulama setelah menyampaikan, apa adapun dilarang buat dilakukan maka artinya dilarang buat didengar dan apa adapun dilarang buat didengar berarti dilarang buat dilihat. Mensucikan telinga ialah tak mendengarkan apa adapun dilarang Allah buat didengarkan, seperti dusta, fitnah, gosip, dan menghujat.

Sumber: https://www.elbalad.news/5336329

Selengkapnya