Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Secara Langsung tanpa Perantara

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 34

Islam mengajarkan buat tetap menyantuni anak yatim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada berbagai bentuk meski becus dianggap selaku bentuk kasih sayang satu manusia Muslim kepada anak yatim. Lantas apa saja bentuknya? 

Apakah mendanai suatu lembaga meski mengasuh anak yatim termasuk meski diajarkan dalam syariat Islam? 

Menyantuni anak yatim enggak berarti patut mengasuhnya secara langsung. Menyantuni anak yatim becus dilakukan dengan langkah menafkahinya tanpa patut menjadi wali alias pengasuhnya. 

Dengan demikian, memberi sejumlah biaya buat menafkahi anak yatim piatu meski diasuh lembaga alias yayasan amal, alias anak yatim meski tetap tinggal bersama ibunya, alias semacamnya, itu menjadi bentuk santunan kepada anak yatim. 

Meski begitu, derajatnya lebih rendah andaikan dibandingkan dengan mengasuhnya secara langsung, adalah mengurusi berbagai kebutuhan anak yatim. 

Misalnya membantu memenuhi aspek pendidikan, membimbing mereka, menasihati mereka, serta memenuhi berbagai kebutuhan mereka cantik dalam aspek pangan, sandang, kesehatan, serta sejenisnya. 

Imam Nawawi menyampaikan, para penjaga anak yatim bertanggungjawab dalam merawat anak-anak yatim. 

Di antaranya ialah dengan memenuhi kebutuhan pangannya, pakaiannya, mengajarkan akhlak serta kedisiplinan, mengasuhnya dengan baik, serta semacamnya. 

Dalam mengasuh anak yatim, bisa dilakukan dengan biaya sendiri alias dengan harta anak yatim dengan perwalian meski sah sesuai syariat. 

Imam Nawawi pula menjelaskan, donasi keuangan buat anak yatim disesuaikan dengan taraf hidup di suatu negeri tempat anak yatim itu berada. Bantuan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan modalnya tanpa berlebih-lebihan. 

"Diberi makan, minum, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, alhasil mereka becus menjalani hidup meski bermartabat serta tak seperti terdapat perbedaan antara anak yatim dengan teman-temannya meski enggak anak yatim. Tidak ada salahnya andaikan ada lebih dari satu manusia meski menafkahi satu anak yatim," jelas Imam Nawawi.

Sumber: islamonline    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya