Khutbah Idul Adha Singkat 2022: Pelajaran Utama Hari Raya Kurban

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 16

Suara.com - Selama dua pekan ke depan, seluruh umat muslim akan memperingati seremoni Hari Raya Idul Adha 2022/1443 Hijriah.Anda becus membacakan khutbah Idul Adha singkat pada ketika sholat Jumat pekan ini.

Sholat Idul Adha dilaksanakan sebanyak 2 rakaat dan dilanjutkan dengan khutbah. Bagi Anda yang sedang mencari referensi Khutbah Idul Adha singkat, Suara.com telah merangkum teks khutbah singkat mengenai “Pelajaran Utama Hari Raya” yang ditulis buat Alif Budi Luhur dari laman NU Online. Simak khutbah Idul Adha singkat 2022 berikut ini.

“Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil ham. Allahu akbar kabira wal hamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashîla, la ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyah, mukhlisina lahuddin wa law karihal kafirun. La ilaha illallâhu wahdahu shadaqa wa’dah. Wa nashara 'abduhu wa hazama al-ahzab wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.”

Alhamdulillah rabbil alamin. Was shalatu was salamu ala sayyidil mursalin. Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Amma Ba’du.

Baca Juga: Idul Adha 2022, Jateng Surplus Hewan Kurban

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,

Hari Raya Kurban alias biasa kita sebut Idul Adha yang kita peringati tiap tahun tak becus terlepas dari kisah Nabi Ibrahim sebagaimana terekam dalam Surat ash-Shaffat bagian 99-111. 

Meskipun dalam praktiknya, persembahan setelah dilaksanakan sejak masa kehidupan putra Nabi Adam merupakan Qabil dan Habil. Diceritakan bahwa persembahan yang diterima ialah persembahan Habil enggak Qabil. Bukanlah daging alias darah yang Allah SWT terima tetapi sebuah ketulusan hati dan ketakwaan dari si pemberi kurban.

Dalam surat Al-Hajj bagian 37 berbunyi: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (QS. Al-Hajj: 37)

Meski sejarah persembahan setelah berlangsung sejak generasi pertama umat manusia, tetapi syariat ibadah persembahan dimulai dari cerita Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim buat menyembelih anaknya merupakan Nabi Ismail AS. 

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Jateng dapat 75.500 Dosis Tambahan Vaksin PMK

Sebagai informasi, Ismail merupakan satu manusia anak yang ia idam-idamkan setelah bertahun-tahun istrinya tak segera mempunyai belakang hati. Dalam Surat ash-Shaffat dijelaskan bahwa semula Nabi Ibrahim berdoa: “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.”

Selengkapnya