KOI: Meski Tuan Rumah, Atlet RI Belum 'Aman' di World Beach Games

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 174

Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menekankan kepada seluruh cabang sport buat lebih cermat dalam mengikuti kualifikasi. Sebab, meski berstatus tuan rumah, atlet Indonesia belum tentu tampil di World Beach Games (WBG) 2023 Bali.

Awal Juni, ANOC (Asosiasi Komite Olimpiade Nasional) formalsah mengumumkan Indonesia menjadi tuan rumah AWBG (ANOC World Beach Games) terbitan kedua di Bali. Selain menjadi tuan rumah pesta sport pantai dan air pada 5-12 Agustus, Pulau Dewata pula akan menjadi tempat General Assembly ANOC XXVII.

Menatap itu, KOI selain lanjut menggenjot persiapan penyelenggaraan, pula menyiapkan diri fungsi mengikuti kualifikasi. Hal itu tak terlepas dari pengalaman sebelumnya, masa Qatar menjadi tuan rumah terbitan perdana AWBG di Doha, dan mereka tetap melintas tunamen kriteria buat beberapa cabang olahraga.

"Kami masa ini tengah berkoordinasi dengan ANOC, khususnya terkait kriteria cabor yang patut diikuti tuan rumah. Kami berharap federasi nasional (NF) pula bisa cermat dalam mengikuti single event yang menjadi kriteria menuju Bali 2023," kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono dalam rilisnya Jumat (24/06).

ANOC sendiri setelah menerbitkan sistem kriteria buat tujuh cabang sport mandatory yang akan dipertandingkan di Bali 2023. Ketujuh cabor setelah dikatakan ialah aquathlon, balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam tangan pantai, sepak balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam pantai, tenis pantai, gulat pantai, karate, dan renang perairan terbuka 5km.

Adapun sistem kriteria ditentukan berdasarkan ,penyerasian dengan Federasi Internasional (IF) masing-masing cabor yang akan mengacu kepada ranking bumi serta bagian yang akan diberikan malayari rute World Championship serta Continental Qualification.

Cabor balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam tangan pantai misalnya akan memulai kriteria di World Champinship di Crete, Yunani. Ada 10 tiket yang tersedia, merupakan 5 tim putra serta 5 tim putri. Sisanya akan diperebutkan di Continental Championship.

Sementara renang perairan terbuka 5km, kriteria akan digelar di FINA World Championship 2022 di Budapest yang tengah berlangsung. Single event ini pula menjadi kriteria Olimpiade 2024 Paris.

Begitu pun cabang sport gulat pantai. Delapan pegulat ranking terbaik bumi di setiap kelas kategori Beach Wrestling World Series pada 19 Juni 2023 akan langsung mendapat tiket tampil di Bali, di mana satu negara hanya becus menurunkan satu pegulat pada masing-masing kelas. Kuota sisanya akan diberikan malayari rute bagian pada event Saint-Laurent-du-Var Beach Wrestling World Series, 1-2 Juli.

Untuk aquathlon, atlet-atlet mempunyai kesempatan sampai-sampai 15 Mei 2023 buat merebut kedudukan 20 besar dunia. Satu NOC pula hanya diperbolehkan mendapat satu bagian atlet. Sedangkan buat tiket tampil di cabang sport sepak balbohlam--duniaglobe--kakisepakbola--keranjangbasket--lampubohlam pantai akan diperebutkan pada kejuaraan kriteria kontinental yang akan diselenggarakan pada 1-2 Juli 2023.

Untuk cabor tenis pantai, tiket kriteria akan diberikan malayari ranking bumi yang akan ditutup pada 5 Juni 2023. Sedangkan proses kualfikasi karate disiplin kata (seni), bagian atlet akan diberikan kepada atlet yang mempunyai ranking terbaik di World Championship 2021, kejuaraan kontinental 2022, serta WKF Kata Ranking yang akan ditutup pada 12 Juni 2023.

Sementara buat kriteria sistem tiga mandatory sport lainnya, merupakan voli pantai 4x4, polo air pantai, serta selancar layang dan cabor yang akan diusulkan tuan rumah akan dirilis menyusul buat ANOC.

"Kami mengusulkan beberapa cabor, salah satunya air badminton, sport climbing, beach dragon boat, dan paraglading. Kami pula meminta dua cabor buat di ekshibisi-kan adalah sepak takraw dan pencak silat. Untuk air badminton dan sport climbing setelah disetujui, dan lainnya tetap dalam tahap pembahasan dengan ANOC," kata Ferry.

ANOC direncanakan akan datang meninjau kawasan pantai yang akan menjadi venue AWBG 2023 Bali pada 7-13 Juli. Ini menjadi anjangsana kedua yang dilakukan ANOC ke Indonesia.

(mcy/aff)

Selengkapnya