Masalah Distribusi Set Top Box TV Digital: Salah Data hingga Tersasar

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 29

Jakarta -

Penyelenggara multipleksing (mux) mengungkapkan berbagai gangguan di lapangan masa melakukan distribusi set top box cuma-cuma TV digital, sejak dari persoalan data lama, salah alamat, mahal, tiba nyasar ke daerah yang tak ada siaran TV analog.

Set Top Box (STB) ialah alat yang sangat krusial perannya membantu TV analog buat menangkap siaran TV digital. Alhasil, TV analog tetap becus dipakai ketika siaran TV digital mengudara.

Bantuan STB ini berasal dari penyelenggara mux, seperti Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia yang dibantu sisanya buat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Total 6,7 juta unit dibagikan ke seluruh Indonesia sesuai impelementasi Analog Switch Off (ASO) di masing-masing wilayah.

Adapun sekarang proses suntik meninggal TV analog setelah dilakukan sejak 30 April tiba berakhir pada 2 November 2022. Seiring penghentian siaran analog tersebut, STB cuma-cuma pula dibagikan.

Hanya saja, penyelenggara mux menemukan berbagai masalah di lapangan. Hal itu yang mereka curhat di ambang Rapat Dengar Pendapat Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (23/6).

"Ada beberapa gangguan dalam distribusi set top box, masalah utama ialah data, misalnya data tempat tinggal tangga melarat yang disampaikan Kominfo itu data tahun 2013, sehingga sebenarnya tak akurat, apalagi adanya pandemi kuantitas tempat tinggal tangga melarat becus bertambah," ungkap Direktur Viva Group Neil R. Tobing.

Temuan di lapangan lainnya, kedudukan penerima set top box cuma-cuma TV digital ini berada di daerah yang berat dijangkau dengan moda transportasi gelindingan empat, bahkan gelindingan dua pula tak ditembus.

"Bahkan, penerima set top box gratis tak berada di daerah siaran TV ter-cover buat siaran TV analog, apalagi siaran TV digital. Jadi, masa ini mereka menggunakan televisi berbayar dikarnakankawasan blankspot, tetapi data tempat tinggal tangga melarat memasukkan mereka sebagai penerima subsidi dalam bentuk set top box," tuturnya.

Direktur Utama Surya Citra Media Sutanto Hartono memaparkan dalam melakukan distribusi set top box cuma-cuma TV digital ini tak hanya melakukan pengiriman tetapi pula pemasangan yang berdampak pembengkakan biaya.

Untuk distribusi set top box cuma-cuma TV digital ini menelan biaya sekeliling Rp 20 ribu - Rp 50 ribu per rumah. Sedangkan buat melakukan instalasi pula tiba menongol tanda QR Code itu perkiraan biaya Rp 45 ribu - Rp 70 ribu tergantung kedudukan tempat tinggal penerima bantuan.

"Kita pula menemukan gangguan teknis, seperti penggantian kabel, antena, TV tak berfungsi normal, sehingga instalasi menyantap masa lama. Seperti disampaikan sebelumnya, data tempat tinggal tangga melarat tak sesuai alias tak memenuhi kriteria," ungkapnya.

Mengingat pentingnya set top box cuma-cuma buat masyarakat, khususnya tempat tinggal tangga miskin, yang tetap selesai terkendala pembagiannya, penyelenggara mux meminta agar implementasi ASO yang berakhir 2 November 2022 itu ditunda.

Simak Video "TV Analog Disetop, Ini Daftar 25 STB Penunjang Siaran TV Digital "
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fay)

Selengkapnya