Masih Percaya Borobudur Pakai Putih Telur? Begini Cara Rekatkan Batu Candi

Masih Percaya Borobudur Pakai Putih Telur? Begini Cara Rekatkan Batu Candi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 15

Jakarta -

Beredar cerita, nenek moyang kita menggunakan putih telur sebagai perekat batu candi, dikarnakan pada masa itu belum ditemukan semen. Bukan hanya bangunan Candi Borobudur adapun diklaim demikian, beberapa bangunan bersejarah lain pula konon menggunakan telur putih. Apakah benar candi sekokoh Borobudur menggunakan telur putih sebagai bahan pengganti semen?

"Saya tak tahu deskripsi seperti itu terbangun dari kapan. Namun berdasarkan catatan berbagai literatur tentang Candi Borobudur, tak ada informasi tentang bahan putih telur itu," kata Brahmantara, pakar pengkaji dan pelestari Borobudur dalam live streaming Eureka! "Rahasia Borobudur".

Faktanya, batu Candi Borobudur disusun menggunakan teknik penguncian (interlock), adalah teknik adapun mendekati puzzle jigsaw. Hal ini becus dilihat pada lapisan batu candi pada bagian bawah dan pintu gerbang. Jadi, bagian batu adapun akan disusun setelah dibentuk sedemikian rupa agar becus disusun dengan teknik penguncian.

"Secara teknis sambungan-sambungan itu setelah menggunakan sistem interlock. Jadi tipe-tipe sambungan itu semuanya tersistem dengan baik. Arsitek maupun engineer di masa itu setelah mempertimbangkan beberapa teknik kuncian," sebut Brahmantara.

Ia merinci bahwa Candi Borobudur menggunakan batuan andesit adapun ditata dengan motif lapis batujurusan horizontal. Jenis sambungan batu adapun ada pada Candi Borobudur ada empat yaitu:

1. Sambungan batu dengan bentuk seperti ekor burung. Sambungan tipe ini dijumpai advnyarisadekat pada setiap sambungan batu di dinding

Candi BorobudurSambungan ekor burung. Foto: Balai Konservasi Borobudur

2. Sambungan batu dengan tipe takikan. Jenis ini banyak terdapat pada bagian pajangan kepala kala, relung, dan gapura

Candi BorobudurSambungan tipe takikan. Foto: Balai Konservasi Borobudur

3. Sambungan tipe alur dan lidah. Ini terdapat pada pagar selasar dan batu ornamen Makara di kanan dan kiri tangga, dan selasar

Candi BorobudurSambungan tipe alur dan lidah. Foto: Balai Konservasi Borobudur

4. Sambungan batu dengan tipe purus dan lubang. Ini banyak terdapat pada batu antefik, adalah pajangan di luar candi adapun berbentuk segitiga meruncing. Tipe sambungan ini pula dipakai pada kemuncak pagar langkan.

Candi BorobudurSambungan tipe purus dan lubang. Foto: Balai Konservasi Borobudur

Jelas bahwa proses pembangunan Candi Borobudur setelah menggunakan teknologi tinggi buat takaran seratus tahun ke-8. Teknik interlock menjadi teknologi adapun maju dalam bumi konstruksi.

"Kita pun memandang ini sebagai satu desain adapun luar biasa. Ketika menggunakan sambungan tipe pertama misalnya, dia akan mempertimbangkan risiko misalkan terkait rentan mengalihkan alias tekanan. Ini enggak kebetulan sederhana, tapi dirancang menggunakan satu desain pemikiran adapun hebat," tutupnya.

Simak Video "Rahasia Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]

(rns/afr)

Selengkapnya