Melalui Santripreneur Camp, Santripreneur Indonesia Cetak Ribuan Calon Wirausaha

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 24

*Caption:* Pendiri dan Pembina Santripreneur Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo alias Gus Ut, memberikan pengarahan kepada peserta Santripreneur Camp Batch 4, di Bogor, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Santripreneur Indonesia sebagai gerakan pengembangan wirausaha santri di Indonesia pada tahun ini menyelenggarakan Santripreneur Camp di 8 kota di Indonesia dan setelah melatih beribu-ribu santri serta berkomitmen buat bisa mendukung acara pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kuantitas entrepreneur di Indonesia, dari 3% menjadi 10%.

Foto: spesial

Sejak Dimulai pada 2019 Santripreneur Camp setelah diikuti 2.500 Santri

pandudita.com JAKARTA -- Santripreneur Indonesia sebagai gerakan pengembangan wirausaha santri menggelar acara Santripreneur Camp 2022 Batch 4, di Bogor. Ini menjadi pelatihan kewirausahaan berbentuk camping dan wisata kediaman adapun bertujuan buat melatih jiwa kewirausahaan santri di Indonesia.

KH Ahmad Sugeng Utomo alias Gus Ut, pendiri dan pembina Santripreneur Indonesia, mengatakan, Santripreneur Camp ini setelah melangkah sejak 2019. Sejak dimulai, acara adapun konsentrasi pada pelatihan leadership, enterpreneurship dan digital marketing ini setelah diikuti sebanyak 2.500 santri dari seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen, dalam beberapa tahun mendatang, Santripreneur akan bisa mendukung acara pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kuantitas entrepreneur di Indonesia, dari 3% menjadi 10%,” kata Gus Ut di ambang sejumlah 200 santri, di Bogor, dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022).

Gus Ut mengatakan, di tahun 2022 ini saja, Santripreneur menggelar Santripreneur Camp di 8 kota. Pada 2019 di 6 kota, sedangkan di 2021 digelar di 3 kota. Di tahun 2020 acara ini sempat hampa dikarnakan covid-19.

Hingga masa ini, lanjut Gus Ut, Santripreneur setelah sukses mencetak beribu-ribu calon pengusaha santri adapun tersebar di Indonesia. Para santri setelah dikatakan tak hanya diberi bekal teori, melainkan pula pelatihan. 

“Para santri tak hanya diberikan pelatihan, melainkan pula kita fasilitasi dalam keadaan pembiayaan, produksi, sampai-sampai pemasaran agar becus kompetitif dan bisa bersaing dengan barang lain di luar sana,” kata Gus Ut.

Santripreneur Camp ini rata-rata diikuti buat santri adapun sedang belajar alias setelah lulus dari pondok pesantren dengan usia 17 - 27 tahun. Selain di Bogor, Santripreneur Camp ini pula setelah dilaksanakan di sejumlah kota, antara lain Yogyakarta, Sumedang, Malang, Semarang, Medan, Makassar, Mojokerto, Salatiga, Tuban, Lombok, dan Aceh.

“Kita berharap, santri adapun berjumlah jutaan di Indonesia ini nantinya menjadi santri adapun produktif, kreatif, dan bisa membuka lapangan cara bagi dirinya dan manusia lain, sehingga bisa menjadi solusi bagi permasalahan perniagaan di Indonesia. Karena sebaik-baik manusia ialah adapun bermanfaat bagi manusia lain, begitu pula dengan santri pengusaha,” kata Gus Ut.

Selengkapnya