MUI akan Kaji Ganja Medis dari Berbagai Aspek

MUI akan Kaji Ganja Medis dari Berbagai Aspek

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 14

MUI dalam memberikan solusi keagamaan mempertimbangkan kemaslahatan umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Miftahul Huda menyampaikan, MUI akan membahas permintaan ajaran tentang ganja buat medis dalam rapat pimpinan. Dia mengatakan, MUI dalam memberikan solusi keagamaan mempertimbangkan kemaslahatan umum secara holistik.

Kajian adapun akan dilakukan MUI terkait ganja, lanjut Kiai Miftah, memperhatikan berbagai aspek. "MUI akan mengkaji substansi masalah terkait dengan permasalahan ganja ini. Dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, regulasi, dan dampak adapun ditimbulkan," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (29/6).

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni'am Sholeh menyebut permintaan ajaran tentang ganja buat keperluan medis akan ditindaklanjuti. "Kami pujianpemahaman dan akan tindaklanjuti permintaan setelah dikatakan dengan pengkajian dalam perspektif keagamaan," katanya.

Kiai Ni'am mengungkapkan, ajaran menjadi balasan keagamaan atas masalah adapun menongol di tengah masyarakat. "Jadi basisnya ialah pertanyaan dari masyarakat," kata dia.

Dia menambahkan, MUI akan berkontribusi dalam memberikan solusi keagamaan atas dasar pertimbangan kemaslahatan umum secara holistik. Berbagai solusi ini pun becus bermacam-macam bentuknya. Salah satunya ialah dengan membikin ajaran adapun baru.

"Apakah bentuknya dengan sosialisasi ajaran adapun setelah ada, penguatan regulasi, rekomendasi buat penyusunan regulasi, alias dalam bentuk ajaran baru. Kita akan kaji. Nanti dilihat," kata Kiai Ni'am.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelumnya menyampaikan, MUI sebaiknya segera mengeluarkan ajaran baru tentang tanaman ganja buat keperluan medis. Ma'ruf menjelaskan, nantinya pemakaian tanaman ganja setelah dikatakan tak buat dipakai secara berlebihan sehingga hanya menimbulkan kemudaratan.

"MUI ada tetapan bahwa sebenarnya ganja dilarang dalam makna membikin masalah, dalam Alquran dilarang, masalah kesehatan itu sebagai pengecualian, MUI patut membikin fatwanya. Fatwa baru pembolehannya," kata Ma'ruf.

Dia menambahkan, dikarnakan ganja terdapat berbagai spesifikasi, tentu ke depannya MUI pun akan mengeluarkan ajaran adapun sesuai dengan varietasnya. Fatwa legalisasi ganja buat medis krusial agar penggunannya tak mendatangkan masalah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya