MUI OKU Minta Masyarakat Hindari Hewan Terpapar PMK Menjadi Qurban

MUI OKU Minta Masyarakat Hindari Hewan Terpapar PMK Menjadi Qurban

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 14

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa gigi seekor kambing yang dijual di salah satu tempat penjualan hewan persembahan di Jalan Soekarno Hatta, Cipamokolan, Kota Bandung, Jumat (24/6/2022). Pemeriksaan setelah dikatakan buat memastikan seluruh hewan persembahan yang dijual buat pedagang terbebas dari penyakit perkataan dan kuku (PMK) dan layak dikonsumsi buat masyarakat. MUI OKU Minta Masyarakat Hindari Hewan Terpapar PMK Menjadi Qurban

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Sesuai syariat Islam dalam berqurban masyarakat diwajibkan memilih hewan yang sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, meminta masyarakat menghindari hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing yang terpapar penyakit perkataan dan kuku (PMK) menjadi hewan qurban.

Ketua MUI Ogan Komering Ulu (OKU), Admiati Somad mengatakan mendekati hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah bisa dipastikan banyak masyarakat yang akan membeli hewan ternak setelah dikatakan buat diqurbankan. Terkait keadaan itu, ia mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam membeli hewan ternak dengan memastikan tak terpapar pandemi PMK yang masa ini melanda beberapa daerah di Indonesia.

"Meskipun di OKU belum terdeteksi adanya hewan ternak yang terpapar PMK, tetapi upaya antisipasi patut dilakukan sedini mungkin," katanya, Jumat (24/6/2022).

Apalagi, sesuai syariat Islam dalam berqurban masyarakat diwajibkan memilih hewan yang sehat, tak abnormal fisik serta layak umur. "PMK ini penyakit. Artinya, hewan yang terpapar ialah penyakitan sehingga sebaiknya tak digunakan buat qurban agar terhindar dari hal-hal yang mudharat," ujarnya.

Meski demikian, kata dia, seandainya masyarakat tak mengetahui bahwa ternak yang setelah disembelih sebagai hewan qurban ternyata terpapar PMK, maka dagingnya tetap dibolehkan buat dikonsumsi. "Kalau telanjur disembelih dan masyarakat baru tahu hewan terpapar PMK, dagingnya tetap dibolehkan dimakan," ujar dia.

Hanya saja, masyarakat diminta menghindari mengonsumsi bagian kaki, kepala, dan organ dalam hewan dikarnakan paling banyak terpapar virus tersebut.

sumber : Antara

Selengkapnya