Pemerintah Tiongkok: Aset Kripto Semakin Sering Dipakai untuk Perdagangan Narkoba

Pemerintah Tiongkok: Aset Kripto Semakin Sering Dipakai untuk Perdagangan Narkoba

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 22

Pemerintah Tiongkok tengah menyoroti kejadian baru di negaranya, terkait penggunaan aset kripto buat perdagangan obat terlarang, alias narkoba.

Tiongkok, sejak tahun 2021 telah menjadi negara anti-kripto, yang diwujudkan dalam tindakan keras mereka dalam melarang penambangan kripto dan perdagangan aset kripto.

Karena larangan tersebut, hashrate penambangan kripto sempat menurun, termasuk kesulitan penambangan. Perlahan, induk(ki) penambangan pun sejak tersebar dan tak lagi di Tiongkok, melainkan, di antaranya ke Kazakhstan dan AS.

Di duga, Tiongkok mengambil langkah setelah dikatakan buat membikin mata duit(cak) digital bank sentralnya (CBDC), yuan digital, tak mempunyai pesaing dan dapat mendominasi adopsi lokal.

Aset Kripto buat Perdagangan Narkoba 

Berdasarkan laporan Finbold, sebuah laporan baru yang memuat data tahun 2021, menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengidentifikasi perubahan aliran biaya obat terlarang.

Aliran setelah dikatakan berubah dari transfer online antar bank, menjadi menggunakan aset kripto. Tentu saja, ini ialah kejadian baru yang menjadi sorotan utama Pemerintah saat ini.

Selain itu, negeri Panda setelah dikatakan pula menyatakan bahwa aset kripto telah marak digunakan buat memfasilitasi perdagangan gelap.

Dilaporkan, para pedagang narkoba sejak cenderung beralih secara online, fungsi mengalahkan sistem pengawasan negara tersebut.

“Pasar obat [narkoba] lanjut meluas secara online, dengan lebih banyak penggunaan duit(cak) dan distribusi obat dan cara negosiasi manusia ke orang… Transfer persediaan obat diperluas dari transfer bank online ke mata duit(cak) virtual dan mata duit(cak) game. Pengiriman obat dilakukan buat ,pengadaan massal dan pengiriman kecil,” ungkap laporan tersebut.

Sebelumnya, dalih yang diketahui publik atas tindak keras Pemerintah Tiongkok terhadap kripto adalah, karena itu telah menjadi ancaman bagi stabilitas keuangan.

Namun, penggunaan kripto buat perdagangan narkoba tampaknya pula menjadi salah satu dalih di balik tindak keras tersebut, memandang laporan setelah dikatakan ialah kerumunan data di sepanjang tahun 2021.

Selain itu, laporan setelah dikatakan pula mengungkapkan ada arah kripto asal Tiongkok yang mentransaksikan aset dengan angka lebih dari US$2 miliar ke arah yang terkait dengan kegiatan ilegal. Itu terjadi antara candra April 2019 dan Juni 2021. [st]

Selengkapnya