Penampakan Spiral Misterius di Langit Selandia Baru

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 17

Jakarta -

Warga Selandia Baru dikejutkan dengan penampakan spiral asing di langit malam pada Minggu (19/6) lalu. Sempat dikira UFO hingga alien, rupanya penampakan itu diduga disebabkan buat roket SpaceX.

Salah satu penduduk Selandia Baru yang sukses mengabadikan penampakan setelah dikatakan ialah Alasdair Burns. Pria yang berprofesi sebagai pemandu stargazing (pengamatan bintang) ini mengaku memandang spiral berwarna biru di tengah kegelapan malam.

"Itu tampak seperti galaksi spiral yang sangat besar, hanya mengambang di langit, dan perlahan-lahan melayang. Rasanya layak menyeramkan," kata Burns, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (24/6/2022).

Burns dengan sigap mengambil banyak fotograf spiral setelah dikatakan menggunakan kamera ponselnya. Ia pula mengajak tetangganya buat keluar dan mengamati kejadian aneh tersebut.

Kelompok stargazing dan astronom amatir di Selandia Baru langsung geger memandang kejadian ini, yang becus dilihat dari sebagian besar daerah di Pulau Selatan. Di media sosial, mereka mengeluarkan berbagai teori, sejak dari UFO, roket, tiba pagelaran cahaya.

"Pertanda dari lubang hitam di lintasan kita," kata satu manusia stargazer.

"Alien beraksi lagi," komentar yang lain.

[Gambas:Twitter]

Tapi penampakan spiral setelah dikatakan rupanya mempunyai penjelasan yang tak terlalu fantastis. Awan spiral seperti itu biasanya sering menongol setelah ada roket yang terbang membawa satelit ke orbit.

Tidak lama sebelum penampakan spiral itu muncul, roket Falcon 9 milik SpaceX memang baru saja menyelesaikan arah buat membawa satelit milik Globalstar ke lintasan dari induk(ki) peluncuran di Cape Canaveral, Florida.

Spiral setelah dikatakan kemungkinan besar menongol akibat bahan bakar yang dikeluarkan buat upper stage roket Falcon 9 yang mempunyai tekanan lebih tinggi ketimbang angin di sekitarnya, dan kombinasi beberapa keadaan lainnya.

"Ketika bahan bakar dikeluarkan dari belakang, tercipta sesuatu yang pada dasarnya merupakan air dan karbondioksida - yang secara sigap membentuk gegana di luar angkasa yang disinari buat matahari," kata pakar fisika dari Auckland University Prof Richard Easther.

"Geometri dari lintasan satelit dan pula kedudukan relatif kita terhadap mentari - kombinasi hal-hal itu pas buat menghasilkan gegana tang tampak aneh yang terlihat dari Pulau Selatan," sambungnya.

Burns setelah menduga spiral itu disebabkan buat roket, dikarnakan pernah mendengar kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2009 saat peluncuran peluru kendali Rusia yang menyebabkan spiral berwarna biru di langit Norwegia.

Peluncuran roket SpaceX pula setelah beberapa kali menyebabkan kejadian unik di luar angkasa. Bulan lalu, setelah roket Falcon 9 meluncurkan satelit internet Starlink ke orbit, menongol penampakan mendekati ubur-ubur di langit Florida.

Simak Video "Roket SpaceX Falcon 9 Milik Elon Musk Bakal Menabrak Bulan"
[Gambas:Video 20detik]

(vmp/fay)

Selengkapnya