Perkara yang Membatalkan Tayamum, Apakah Sama dengan Wudhu?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 23

Tayamum diperbolehkan sebagai bentuk keringanan dalam beribadah

pandudita.com JAKARTA– Tayamum disyariatkan bagi manusia yang tak menemukan air setelah berlaga semaksimal mungkin mencarinya. Atau becus pula dia menemukannya, tetapi dia tak becus menggunakan air setelah dikatakan dikarnakan beberapa keadaan seperti sakit dan cuaca dingin yang akut. 

Sedangkan bagi seseorang yang hanya menemukan sedikit air, tetapi air itu tak layak buat membersihkan seluruh tubuhnya, harusnya ia membersihkan sebagian dari personil tubuh dengan air tersebut. Kemudian dia bertayamum buat personil tubuhnya yang tersisa.  

Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhaj al-Muslim menjelaskan perkara yang membatalkan dan dibolehkan dalam tayamum. Ada dua keadaan yang bisa membatalkan tayamum, merupakan setiap yang membatalkan wudhu karena tayamum itu ialah penggantinya wudhu.  

Kedua, adanya air bagi manusia yang bertayamum dikarnakan dalih tak ada air sebelum memulai sholat atau pada masa menunaikannya. Adapun andaikan adanya air itu diperoleh setelah selesai sholat, maka sholatnya dihukumi sah dan tak perlu mengulanginya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: 

لا تُعادُ الصَّلاةُ في اليومِ مرَّتَيْن "Laa tu’adu shalatun fi yaumi marrataini." Yang artinya, "Janganlah anda melakukan sholat dua kali dalam sehari." 

Dengan melakukan tayamum, maka ibadah yang sebelumnya dilarang dikarnakan adanya hadas mini menjadi becus dilakukan seperti sholat, thawaf, memegang Alquran, membaca Alquran, dan berdiam diri di masjid.”

Sementara itu, Kemudahan yang diberikan Allah SWT buat bersuci dengan langkah tayamum ini enggak tanpa sebab. Seperti dikutip dari kitab berjudul "Panduan Sholat buat Perempuan" yang ditulis buat Nurul Jazimah, secara sosiologis dan geogafis, ketegangan air menjadi masalah yang kerap dihadapi masyarakat Arab. Selain itu, perang pula kerap menyebabkan para sahabat di periode Rasulullah SAW kesulitan dalam mendapatkan air.

Karena itulah, tayamum diperkenankan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar mereka becus melaksanakan sholat dalam kondisi apapun.

Bahkan, andaikan dalam kurun masa 10 tahun satu manusia Muslim tak mendapatkan air, maka diperkenankan buat melaksanakan tayamum setiap kali akan sholat. Sebagaimana Nabi Muhammd SAW bersabdam dari Abu Hurairah RA:

الصَّعيدُ وضوء المسلم وإن لم يجد الماءَ عشر سنين, فإذا وجد الماءَ فليتَّقِ الله, وليُمِسَّه بشرَتَه "Tanah yang cantik ialah wudhu bagi manusia Muslim, meskipun satu manusia Muslim tak mendapatkan air selama 10 tahun. Jika mendapatkan air, maka dia seharusnya membersihkan kulitnya dengan air tersebut." (HR Turmidzi dan Abu Daud).  

Selengkapnya