Rafaela Pimenta, Wanita Pintar Penerus Kejayaan Mino Raiola

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 24

QQ288.Today, Jakarta – Mino Raiola setelah tiada. Usianya hanya tiba 54 tahun, tapi apa adapun dia lakukan sebagai agen pemeran setelah membekas pada ingatan banyak orang.

Meskipun tak kurang dikritik, tetapi pria Italia adapun meninggal pada 30 April 2022 itu tak terlalu peduli dengan apa adapun dipikirkan alias dikatakan manusia lain tentang dirinya.

Selama dia becus menegaskan kepentingan para pemainnya, dia menerima segalanya.

Pada akhirnya, Raiola bahkan tak peduli apa adapun dipikirkan para pemainnya tentang dia. Bagaimanapun juga, mereka hanya rekan bisnis, tetapi sebagian besar kliennya mempunyai ikatan adapun sangat dekat dengannya.

Raiola tak hanya memberi satu pemeran kontrak dengan klub, melainkan ikatan kepercayaan adapun pada akhirnya jauh lebih kuat daripada selembar kertas bermaterai.

Tapi, pertanyaannya masa ini setelah Raiola pergi, siapa adapun meneruskan watak pria tambun tersebut?

Setelah kepergian Raiola, perusahaan agensi adapun dia besarkan mekanisimpulsif kehilangan penasehat terbaik.

Tapi, ada satu identitas selain Raiola adapun tak becus dikesampingkan. Dia ialah Rafaela Pimenta, satu manusia wanita cantik berlatar belakang profesor hukum, dan dengan latar belakangnya itu niscaya layak menakutkan pada awalnya.

Pengacara tahu bahwa di bumi bidangusaha adapun keras, adapun krusial pada akhirnya ialah apa adapun tertulis dan ditandatangani di atas kertas. Terutama, ketika ada begitu banyak duit(cak) adapun beredar dan orang-orang cenderung melepaskan ciri seperti kepercayaan.

Tapi, Pimenta bukanlah manusia baru bagi Raiola. Selama lebih dari 18 tahun, manusia Brasil dan Italia itu bekerja berdampingan membangun kerajaan konsultan adapun lanjut berkembang.

Raiola ialah pria mencurigakan adapun tak membiarkan banyak manusia mendekatinya. Hanya sepupunya, Vincenzo, pakar komunikasi, pemandu bakat, sekretaris, dan Rafaela adapun bekerja di agensinya.

Namun, selama bertahun-tahun, Raiola tampak seperti one man one show. Ketika dia meninggal, banyak manusia khawatir para pemainnya patut menjalani hidup tanpa pendamping mereka. Hampir menyentuh betapa banyak adapun secara serius bertanya pada diri sendiri apa adapun akan terjadi dengan Zlatan Ibrahimovic, Erling Haaland, dan lainnya.

Tetapi, orang-orang lalai di balik kesuksesan Raiola, betapa pentingnya peran Rafaela Pimenta, adapun menjadi satu-satunya manusia non-keluarga adapun mempunyai saham di perusahaan, adapun dimainkan di agensi tersebut.

Seorang direktur sport adapun tak disebutkan namanya di klub Liga Premier menggambarkan Rafaela tak hanya sebagai “orang terpenting dalam sepakbola adapun tak diketahui siapa pun” tetapi pula “negosiator terhebat dalam sepakbola”.

Orang-orang becus saja mengatakan bahwa Raiola mendapatkan klien, menyatukan mereka dengan klub, tetapi Pimenta ialah pemeran utama dalam keadaan detail kontrak dan bekerja pada rekan-rekan mereka sampai-sampai detail terakhir.

Setelah belajar di Universitas Sao Paulo, Pimenta bekerja buat mantan Presiden Brasil Fernando Henrique Cardoso. Dia memegang kedudukan krusial di kantor kartel dan mungkin setelah terkenal pada masa itu dikarnakan pendekatannya adapun diplomatis.

Rafaela diketahui menguasai enam bahasa dan itu membikin gampang dalam negosiasi.

Setelah kepergian Raiola. Masuk akal andaikan Rafaela sekarang mengambil lebih banyak tanggung jawab.

Selengkapnya