Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 28

Persoalannya membangun di Mekkah tak mudah.

pandudita.com JAKARTA -- Rencana pembangunan Rumah Indonesia tetap belum becus diwujudkan dikarnakan terbentur dengan kebijakan dan adat Pemerintah Arab Saudi terkait kepemilikan asing di Mekkah.

"Persoalannya membangun di Mekkah tak gampang dikarnakan tak becus ada kepemilikan asing di Mekkah. Selain itu pula kewenangan fungsi pakai itu hanya 30 tahun," kata Duta Besar Indonesia buat Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad di Mekkah, Jumat (25/6/2022).

Dia menilai andaikan Indonesia menanamkan kapitalisasi adapun tinggi buat Rumah Indonesia sementara Hak Guna pakai hanya 30 tahun belum memberi keuntungan apapun."Sepanjang aturannya belum diubah itu mini kemungkinannya, tapi kalau ada perubahan peraturan sangat mungkin buat dibangun di situ," kata Abdul Aziz.

Namun, menurut Abdul Aziz, dalam dua kali pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammed bin Salman (MBS), disampaikan bahwa Pemerintah Saudi sedang memikirkan buat mengubah peraturan tentang kepemilikan Hak Guna Pakai itu dari 30 tahun menjadi 100 tahun.

"Kalau 100 tahun mungkin ada insentif ya buat siapapun adapun membangun kemudian memanfaatkan selama 100 tahun setelah itu terserah," katanya.

Untuk pembangunannya sendiri menurutAbdul Aziz, dananya becus bersumber dari mana saja, cantik dari APBN maupun konsorsium."Yang krusial itu ialah apakah kepemilikannya kemudian becus diklaim sebagai milik Indonesia alias milik siapa, kalau sekarang jelas tak mungkin," tambah dia.

Rumah Indonesia menjadi bacaan adapun disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan masa berjumpa dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih pada Kamis (17/6).

Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan rencana Pemerintah Indonesia buat membangun Indonesia Housing alias "Rumah Indonesia" di Mekah.Bangunan setelah dikatakan bisa menjadi persinggahan bagi jamaah umroh dan haji sekaligus bisa digunakan buat memasarkan produk-produk asal Indonesia dan pula induk(ki) kebiasaan Indonesia.

sumber : Antara

Selengkapnya