Respons Kemenag Soal Promo Minuman Alkohol Pakai Nama Muhammad

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 27

Masyarakat diminta menghindari promosi barang dengan hal-hal berbau SARA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag M. Fuad Nasar menanggapi identitas Muhammad yang sempat menjadi promosi buat mendapatkan minuman beralkohol gratis. Dia mengajak masyarakat buat menghindari promosi produknya dengan hal-hal berbau Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA).

“Penting memahami batas-batas etik dalam marketing communication di bumi bisnis. Siapa pun, dalam keadaan apa pun, agar menghindari bermain dengan gosip SARA dikarnakan reaksi publik yang ditimbulkan setelah bisa diduga sebelumnya,” ujar Fuad dalam siaran persnya, Jumat (24/6/2022).

Dari perspektif komunikasi bisnis, menurut Fuad, belum tentu ketika promosi suatu barang menjadi gosip kontroversial akan berdampak positif. Justru, kata dia, keadaan setelah dikatakan kontraproduktif dan merugikan reputasi suatu perusahaan.

“Letakkan sesuatu pada tempatnya,” kata dia.

Menurut Fuad, sebuah barang makanan dan minuman non-halal setelah dimaklumi buat publik sesuai keyakinan agama yang dianut khususnya umat Muslim. “Tidak indah kalau diaduk-aduk, misalnya dihubungkan dengan identitas alias identitas suatu agama dan etnik yang tiba bilamana pun tak akan pernah menghalalkannya. Lalu lakukan apa meng-endorse yang semacam itu?” kata dia.

Sebelumnya, media sosial di Tanah Air sempat diramaikan buat unggahan Holywings yang mempromosikan minuman alkohol cuma-cuma bagi orang-orang bernama Muhammad dan Maria. Unggahan setelah dikatakan langsung ramai dikarnakan dianggap melecehkan identitas dua manusia suci dalam dua agama, merupakan Islam dan Kristen. 

Selengkapnya