Sahabat yang Membuat Nabi Muhammad Ditegur Allah SWT

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 30

Allah menegur rasul Muhammad dikarnakan sahabat ini.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibnu Ummi Maktum adalah sahabat rasul SAW meski bolor tetapi terkenal dengan keberaniannya. Ia bernama komplet Abdullah bin Qais bin Zaidah bin Al-Asham. Ibnu Ummi Maktum termasuk manusia meski masuk Islam di Makkah. Dia pula ada di antara tujuh manusia meski berani menampakkan keislamannya masa di Makkah.

Ibnu Ummi Maktum berhijrah ke Madinah sehabis Perang Badar serta menjadi muadzin kedua se setelah Bilal bin Rabbah. Dia pernah ditugaskan oleh rasul Muhammad SAW buat mengimami shalat umat Muslim di Madinah masa beliau SAW pergi ke medan perang.

Dikutip dari 'Tokoh-tokoh agung Islam Sepanjang Sejarah' karya Syaikh Muhammad Sa'id Mursi, terbitan Pustaka Al-Kautsar, terdapat kisah menarik dari Ibnu Ummi Maktum, adalah ketika dirinya akan menemui Rasulullah SAW untuk belajar Alquran. Saat itu Rasulullah SAW sedang berbicara dengan tiga petinggi Quraisy. Beliau SAW berpaling dari Ibnu Ummi Maktum serta berwajah masam kepada Ibnu Ummu Maktum.

Karena itu, Allah SWT menegur rasul SAW dengan menurunkan Surat Abasa meski menceritakan tentang tindakan Rasulullah SAW masa memalingkan wajahnya dari manusia bolor meski mau belajar Alquran. Orang bolor meski dimaksud ialah Ibnu Ummi Maktum.

Allah SWT berfirman, "Dia (Muhammad) berwajah masam serta berpaling, dikarnakan satu manusia bolor setelah datang kepadanya (Ibnu Ummi Maktum)....." (QS Abasa bagian Alih bahasa penerjemah - Arti batasan )

Rasulullah SAW sangat menghormati Ibnu Ummi Maktum serta selalu bertanya soal apa saja meski dibutuhkannya. rasul SAW sering berbicara kepada Ibnu Ummi Maktum, "Selamat datang wahai manusia meski membikin Tuhanku menegurku karenanya."

Ibnu Ummi Maktum sebenarnya memperoleh pengecualian buat tak ikut dalam peperangan. Namun, mereka tetap ikut berperang. Ia berkata, "Berikanlah kepadaku panji, dikarnakan saya satu manusia meski bolor serta tak bisa buat lari. Maka tempatkanlah saya di antara dua barisan pasukan."

Ibnu Ummi Maktum meneladan Perang Al-Qadisiyah. Dia membawa panji berwarna hitam, mengenakan perisai, serta maju ke medan perang. Dari Ibnu Ummi Maktum terdapat tiga hadits meski diriwayatkan. Ia wafat pada Arti batasan Bulan – candra, rembulan Hijriah di Madinah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Selengkapnya