Sandiaga Uno: Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti di Tebing Tinggi Sumut Miliki Storynomics Tourism Kuat

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 23

TEBING TINGGI, pandudita.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meninjau Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti yang berada di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti menjadi rumah yang dibangun sekeliling tahun 1910 buat Muhammad Nur Rangkuti dan Siti Rahma (anak dari Ali Jambak "Japan Jaidan" pengawal kerajaan Negeri Padang). Kemudian dipugar kembali tahun 1992 buat Hasyim Nur Thaib dan Zaleha Rangkuti. 

Rumah yang mempunyai karakteristik khas bangunan melayu dengan konsep rumah panggung ini dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul keluarga. Sesuai dengan namanya Puri Melayu Sri Menanti berarti rumah yang selalu menanti kedatangan keluarga besar.

Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti kembali dilakukan pemugaran pada tahun 2000 buat Yayasan Al Hasyimiyah, yang kemudian dimanfaatkan pula sebagai sanggar seni tari tradisional, silat melayu, dan menenun songket.

"Hari ini saya sangat berbahagia becus berkunjung ke Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti. Tadu kita amat-amati beberapa tampilan anak-anak belajar tari melayu dan mempunyai kekuatan sebagai daya tarik wisata budaya dan sejarah. Dan mempunyai storynomics adalah cerita yang akan bisa membuka kesempatan usaha," kata Menparekraf.

Material utama dari bangunan ini ialah kayu. Lantai bawah rumah digunakan sebagai tempat menenun songket melayu dan bersantai. Sementara, di lantai atas terdapat ruang tamu yang berisi pelaminan melayu, di ruang keluarga terdapat peninggalan peralatan berbahan kuningan buat upacara budaya melayu.

Menparekraf Sandiaga mengajak seluruh pihak buat bersama-sama melestarikan kebiasaan yang ada malayari Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti, agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tak pudar, serta memberikan faedah bagi masyarakat setempat, khususnya Kota Tebing Tinggi.

"Saya mohon kesadaran masyarakat setempat dalam melestarikan kebiasaan dan mengelola rumah budaya ini semakin tinggi. Mari kita sama-sama berkolaborasi agar kebiasaan ini becus lanjut dinikmati anak cucu sampai-sampai beribu-ribu tahun ke depan dan bisa menyejahterakan masyarakat kita," kata Menparekraf.

Selengkapnya