Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 25
Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan
Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan

Banyak yang mengira bahwa pasca persalinan tak perlu lagi melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan. Kalaupun ada, lebih sering dilakukan buat bayi dibandingkan buat ibu. 

Pandangan setelah dikatakan sayangnya tak tepat. Pemeriksaan pasca melahirkan tidak kalah krusial dengan pemeriksaan selama kehamilan.

Banyak komplikasi yang becus terjadi setelah persalinan, cantik pada bunda maupun bayi. Karena itu, pemeriksaan setelah melahirkan krusial buat mendeteksi adanya komplikasi setelah dikatakan dan menanganinya dengan segera.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setiap bunda melakukan pemeriksaan setidaknya 4 kali setelah melahirkan, adalah dalam 24 tandawaktu--dindingjamtembok--tanganarloji pertama setelah melahirkan, hari ke-3 setelah perawatan, 1 minggu dan 6 minggu pasca melahirkan. 

Berikut ialah jenis-jenis pemeriksaan pasca melahirkan yang patut dilakukan:

1. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital 
Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital 
Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital 

Pemeriksaan tanda-tanda vital wajib dilakukan setelah proses persalinan selesai, terutama dalam 24 tandawaktu--dindingjamtembok--tanganarloji pertama. 

Pemeriksaan ini meliputi pemantauan tekanan darah, degub jantung, suhu tubuh, laju napas, dan kuantitas darah yang keluar dari vagina.

Tujuan pemantauan ini merupakan buat memandang apakah ada komplikasi yang menongol setelah proses persalinan, mengingat infeksi maupun perdarahan pasca melahirkan sering terjadi dalam rentang masa ini.

Artikel Lainnya: Daftar Pantangan Makan Usai Melahirkan

2. Pemeriksaan Rahim 

Setelah proses melahirkan, takaran rahim akan mengecil dan teraba kira-kira setinggi pusar. Proses mengecilnya rahim alias yang disebut dengan involusi rahim akan lanjut berlangsung selama kurang lebih 40 hari.

Karena itu, pemeriksaan rahim menjadi salah satu pemeriksaan yang patut dilakukan setelah melahirkan.

Pemeriksaan rahim dilakukan terutama setelah melahirkan hari ke-7, dan setelah selesai masa nifas malayari pemeriksaan fisik dan ultrasonografi (USG).

3. Pemeriksaan Luka Bekas Jahitan 
Pemeriksaan Luka Bekas Jahitan 
Pemeriksaan Luka Bekas Jahitan 

Luka bekas jahitan perlu diperiksa, cantik pada bunda yang melahirkan secara standar maupun secara caesar. Pemeriksaan terluka ini dilakukan masa masa perawatan dan 3-7 hari setelah selesai perawatan.

Pada masa perawatan berlangsung, dokter akan menilai apakan ada rembesan darah pada perban maupun pembengkakan di sekeliling luka.

Setelah selesai menjalani perawatan, andaikan bunda melahirkan secara normal, maka dokter akan memeriksa kondisikawasan vagina dan jahitan (bila ada robekan masa persalinan).

Dokter akan menilai tetap ada alias tidaknya iritasi, nanah alias bengkak, dan apakah bagian yang setelah dijahit setelah tampak menyatu.

Sementara itu, andaikan bunda menjalani operasi caesar, dokter akan menilai terluka operasi. Apakah setelah mengering? Adakah cairan yang keluar? Bila ada, apa warna cairan dan apakah cairan setelah dikatakan berbau? 

Jika kondisi terluka proses baik, biasanya dokter akan melepas perban dan bunda setelah becus mandi seperti biasa.

Artikel Lainnya: Tips Siap Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

4. Pemeriksaan Saluran Kemih 

Salah satu pemeriksaan yang perlu dilakukan pasca melahirkan ialah pemeriksaan saluran kemih. Pasalnya, kesulitan campakkan air mini dan campakkan air besar becus saja terjadi usai melahirkan. 

Bagi bunda pasca melahirkan normal, setidaknya dalam 6-8 tandawaktu--dindingjamtembok--tanganarloji pertama setelah becus campakkan air mini dengan sendirinya.

Sementara pada bunda pasca operasi caesar, dalam 24 tandawaktu--dindingjamtembok--tanganarloji pertama umumnya menggunakan donasi kateter dalam proses berkemih dan akan dilepas setelah 24 jam.

Dokter akan menanyakan apakah bunda mengalami gangguan campakkan air kecil, seperti tak becus menahan keluarnya air seni, alias gangguan campakkan air besar seperti konstipasi.

Hal ini terjadi dikarnakan berbagai faktor, becus dikarnakan obat anestesi yang digunakan, adanya keadaan psikologi seperti rasa takut akibat bekas terluka yang ada, robekan pada daerah anus, maupun kerusakan pada saraf kandung kemih.

5. Pemeriksaan Payudara

Masalah yang umumnya terjadi pada bunda pasca melahirkan terletak pada payudara. Pada masa menjalani perawatan pasca melahirkan, beberapa rumah sakit menyediakan konselor laktasi yang dapat membantu proses menyusui.

Umumnya konselor laktasi ini akan memeriksa bentuk payudara, menilai puting (flat nipple atau tidak), dan mengajari langkah menyusui yang cantik dan benar terutama bagi bunda baru.

Seminggu setelah perawatan, payudara akan kembali diperiksa buat menilai adakah pembengkakan alias infeksi. Karena pada umumnya, satu minggu di asal proses menyusui tetap terasa sulit.

6. Pemeriksaan Laboratorium 
Pemeriksaan Laboratorium 
Pemeriksaan Laboratorium 

Pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan darah sederhana, dilakukan buat memandang kadar hemoglobin pada ibu. 

Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada bunda yang menerima transfusi darah pada masa persalinan dan 6 minggu setelah melahirkan, buat memandang ada tidaknya kondisi anemia.

Selain itu, andaikan ditemukan demam, maka pemeriksaan laboratorium dapat dijadikan pemeriksaan penunjang buat mencari sumber infeksi, misalnya pemeriksaan urin. 

Artikel Lainnya: Perawatan Setelah Melahirkan yang Harus Ibu Lakukan

7. Pemeriksaan Psikis Ibu 

Mungkin tampak sepele, tetapi pemeriksaan kesehatan mental pun tak kalah penting. 

Kejadian baby blues atau bahkan depresi pasca persalinan sering kali terjadi dalam dua minggu pertama setelah melahirkan. 

Oleh dikarnakan itu, kontrol alias pemeriksaan mood dan emosi bunda setelah melahirkan itu penting.

8. Pemilihan Kontrasepsi 

Setelah masa nifas selesai, bunda becus melakukan ocehan dengan dokter seputar pemilihan kontrasepsi yang sesuai. 

Meskipun menyusui secara idiosinkretis dapat dijadikan sebagai kontrasepsi alami, tetapi pada beberapa orang, siklus datangbulan becus kembali standar setelah masa nifas selesai.

Jadi, tidak malu dan ragu buat bertanya seputar kontrasepsi agar terhindar dari kehamilan yang tak direncanakan.

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, diharapkan tak ada kebingungan mengenai apa yang patut dilakukan setelah melahirkan. 

Ibu patut mengerti bahwa pemeriksaan pasca melahirkan sama pentingnya dengan pemeriksaan selama kehamilan. Jadi, tidak lewatkan keadaan ini, ya. 

Untuk #JagaSehatmu, gunakan layanan Live Chat andaikan mau konsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan apa pun. Gratis, lho! Baca pula artikel-artikel kesehatan lainnya yang menarik di aplikasi KlikDokter. 

[RS]

Silakan Klik “Tanya Dokter” Untuk Mengajukan Pertanyaan Anda

Tanya Dokter

0%suka0%sedih0%lucu0%kaget0%semangat

dr. Sepriani Timurtini Limbong

Author

dr. Sepriani Timurtini LimbongRieke Saras
Selengkapnya