Serba-serbi Kista pada Gigi Geraham Bungsu

Serba-serbi Kista pada Gigi Geraham Bungsu

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 18

Gigi geraham bontot merupakan gigi yang terakhir kali tumbuh. Umumnya gigi ini muncul di antara usia 17-25 tahun. 

Namun, sering kali pertumbuhannya mengalami banyak gangguan. Jika tak diatasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi sebuah kista. 

Kista merupakan sebuah kantong abnormal yang dibatasi oleh epitelium dan berisi cairan kolesterin. 

Biasanya, keberadaan kista ini tak disadari buat penderitanya dikarnakan menongol tanpa gejala. Kista baru akan terdeteksi ketika dilakukan pemeriksaan buat dokter gigi dan pemeriksaan dengan fotograf sinar-X. 

Selain itu, kista becus pula terdeteksi ketika setelah terjadi infeksi sekunder alias ketika kista setelah membesar, sehingga menyebabkan pembengkakan pada paras alias timbul rasa nyeri. 

Salah satu kista yang paling sering terjadi pada rongga perkataan adalah kista pada gigi geraham bungsu. 

Artikel Lainnya: Gigi Bungsu Baru Tumbuh Saat Dewasa, Apa Penyebabnya?

Penyebab Kista pada Gigi Geraham Bungsu
Penyebab Kista pada Gigi Geraham Bungsu
Penyebab Kista pada Gigi Geraham Bungsu

Gigi geraham bontot sering mengalami banyak gangguan pertumbuhan, yang disebut pula dengan sebutan impaksi. Pada gigi geraham bontot yang impaksi njumlah alias tak menongol sama sekali, becus terjadi kista dentigerous.

Kista dentigerous terjadi akibat adanya penumpukan cairan di atas gigi yang tak erupsi. Namun, penyebab dari penumpukan cairan ini belum dapat diketahui secara pasti. 

Kista dentigerous dapat dialami buat siapa saja, terutama seseorang yang berusia 20 sampai-sampai 30-an. 

Adanya kista dentigerous yang mini biasanya tak akan menyebabkan gejala. 

Namun, andaikan kista ini muncul lebih besar dari 2 cm, maka becus mengakibatkan pembengkakan paras yang mungkin saja disertai alias tak disertai rasa sakit, serta gigi yang sensitif. 

Artikel Lainnya: Penyebab Impaksi Gigi yang Harus Kamu Waspadai

Cara Mengobati Kista pada Gigi Geraham Bungsu
Cara Mengobati Kista pada Gigi Geraham Bungsu
Cara Mengobati Kista pada Gigi Geraham Bungsu

Kista gigi geraham bontot tak dapat sembuh dengan sendirinya, alias hanya dengan minum obat saja. Dengan minum obat mungkin gejalanya akan reda, tetapi perjalanan penyakitnya tetap berlangsung.

Oleh dikarnakan itu, langkah mengobati kista gigi ini diperlukan tindakan bedah. Berikut penjelasannya: 

Enukleasi

Enukleasi adalah tindakan medis yang sering dilakukan buat mengatasi kista dentigerous, sekaligus melakukan pencabutan gigi geraham bungsu. 

Untuk mengetahui apakah tindakan enukleasi ini mempunyai akibat samping alias kekhawatiran lain, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani.

Marsupialisasi

Marsupialisasi ialah tindakan yang melibatkan pemotongan kista sehingga isi kista dapat dikeluarkan. 

Setelah cairannya dikeluarkan, selanjutnya tembok kista dijahit kembali. Gunanya buat mencegah agar kista tak muncul dikawasan tersebut. 

Tindakan ini dipilih andaikan langkah enukleasi tidak becus dilakukan, dan pencabutan gigi pada kista yang lebih besar berisiko terhadap terjadinya kerusakan saraf dan struktur anatomi jaringan sekitar. 

Artikel Lainnya: Tips Pemulihan Setelah Operasi Gigi Bungsu

Bisakah Dicegah?
Bisakah Dicegah?
Bisakah Dicegah?

Meskipun kista dentigerous ini ringan, tetapi kondisinya dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut andaikan tak segera ditangani. 

Bahkan dengan kista dentigerous yang mini sekalipun dan tak menimbulkan gejala apa pun, krusial buat tetap menghilangkannya, 

Dengan membiarkannya tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah di kemudian hari, seperti terjadinya infeksi, kehilangan gigi, fraktur rahang, sampai-sampai terbentuknya tumor ameloblastoma. 

Tentu saja, buat mencegah terjadinya kista pada gigi geraham bungsu, melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam candra sekali sangatlah penting. 

Hal ini bermanfaat buat memantau kondisi rongga perkataan dan gigimu dari masa ke waktu, sehingga andaikan terlihat adanya suatu kelainan, becus segera dilakukan tindakan sebelum terjadi komplikasi.

Kemudian, buat mencegah terjadinya kista pada gigi geraham bungsu, anda patut selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sikatlah gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride.

Gunakan benang gigi atau dental floss dengan langkah yang benar setidaknya 1 kali sehari buat membersihkan sela-sela gigi yang tak terjangkau buat gombak sikat gigi. Selain itu, kurangi makanan dan minuman manis yang dapat merusak gigi.

Itulah penjelasan mengenai kista gigi geraham bungsu. Dengan menjaga kesehatan gigimu secara pas dan teratur, gigi akan sehat, bersih, serta terhindar dari komplikasi kista. 

Jika anda tetap punya pertanyaan tentang tema ini, tidak ragu konsultasi dengan dokter via online Live Chat di aplikasi KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu selalu!

[RS]

Selengkapnya