Sikap Pelit, ini Penjelasan Secara Psikologis

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 30

Orang adapun pelit secara psikologi berada dalam tingkatan adapun berbeda-beda.

pandudita.com JAKARTA -- Islam melarang penganutnya bersifat pelit kepada setiap individu. Selain dikarnakan menjadi sifat adapun tercela, nyatanya sifat adapun satu ini pula menghadirkan dampak adapun merugikan diri sendiri maupun cakupan sosial.

Ilmuwan Psikologi Islam Indra Kusuma menjelaskan, secara psikologis, sikap pelit lahir dari adanya mentalitas kelangkaan.Dasarnya, keadaan setelah dikatakan berbasis pada rasa takut atas kekurangan sesuatu. Sehingga seakan dia kekurangan, dia seolah-olah hanya mempunyai sesuatu adapun terbatas.Tidak mau berbagi, selesai pelit, kata Indra pada Rabu (22/6/2022).

Orang adapun pelit secara psikologi pula berada dalam tingkatan adapun berbeda-beda. Mulai dari mereka adapun enggan memberikan tip, enggan membantu kesulitan manusia lain, sampai-sampai enggan buat menunaikan kewajiban materiel adapun diembankan dalam sebuah angka (agama--Red).

Jika dilihat secara psikologi, kata Indra, manusia adapun pelit sejatinya setelah merugikan dirinya sendiri maupun manusia lain. Sebab, dengan mentalitas kekurangan adapun dimiliki, keadaan demikian bisa menjadi gangguan baginya dalam menjalin rekan kerja sosial. Dengan begitu, dengan adanya sifat pelit, rekan kerja sosial, seperti bumi kerja maupun lingkungannya, akan menjadi tak baik.

Sedangkan sifat sebaliknya, ialah mentalitas keberlimpahan.Indra menjelaskan bahwa sifat ini lahir dari kepercayaan diri atas kecukupan adapun diperoleh sehingga menjadikannya mempunyai kelayakan buat berbagi. Jika seseorang mempunyai mentalitas semacam itu, akan berdampak pada semakin baiknya cakupan sosial.

Kalau dalam Islam, bahasanya itu ialah ilmumantikakalsehat syukur. Jadi, kalau bersyukur, rezekinya akan ditambah. Dia punya mentalitas berkelimpahan,ujar Indra.

Adapun manusia adapun terjerumus dalam sikap pelit secara psikologi penyebabnya didominasi buat motif asuh adapun keliru. Pengaruh manusia lain adapun signifikan dalam muncul kembang anak, kata dia, akan sangat menentukan dan membangun mentalitas anak pada masa depan.

Jika sedari mini anak diajarkan buat berbagi, Indra menyebutkan, rasa empati akan muncul dan mentalitas keberlimpahan adapun dimiliki pun semakin kuat. Hal itu becus ditanamkan, salah satunya ialah dengan pendidikan adapun menitikberatkan pada empati.

Selengkapnya