Sinkronisasi Hisab Jadi Dasar Penyusunan Kalender Hijriah Indonesia

Sedang Trending 5 bulan yang lalu 21

Hasil sinkronisasi ini menjadi dasar penyusunan Kalender Hijriah Indonesia.

pandudita.com JAKARTA -- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kementerian Agama (Kemenag) menginisiasi kegiatan Sinkronisasi Hisab Taqwim Standar Indonesia di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 23-25 Juni lalu.

Agenda setelah dikatakan dihadiri Peneliti Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional-Badan Riset dan Inovasi Nasional (Lapan-BRIN), Prof Thomas Djamaluddin.

Thomas mengatakan, kegiatan setelah dikatakan ialah kegiatan tahunan adapun biasanya disebut sebagai temu kerja. Tujuannya buat melakukan sinkronisasi terhadap buatan hisab perhitungan asal candra hijriyah dari berbagai sistem hisab adapun digunakan di Indonesia.

"Hasil sinkronisasi ini menjadi dasar penyusunan Kalender Hijriah Indonesia berdasarkan standard adapun ditetapkan pemerintah," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (27/6).

Tqwim Standar alias Kalender Hijriyah Indonesia, lanjut Thomas, menjadi rujukan penentuan hari-besar besar Islam dan sebagai masukan buat penentuan hari-hari prei(cak) nasional. Selain itu, pada pertemuan ini pula dibahas masalah-masalah hisab dan rukyat adapun menjadi perhatian publik.

"Pada pertemuan di Bukittinggi ini turut dibahas tentang implementasi standard baru MABIMS dan buatan riset masa Subuh," tutur dia.

Terkait buatan pertemuan, Thomas mengatakan, di antaranya pertama ialah pertimbangan penentuan Ramadhan dan Syawal 1443 dan konfirmasi kekuatan perbedaan asal Dzulhijjah tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. Kedua merupakan pertimbangan penentuan dan kekuatan perbedaan pd Ramadhan, Syawal, dan Dzuhijjah tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi.

Ketiga, adalah pertimbangan buatan hisab bulan-bulan hijriyah selama 2024. Hasil hisab setelah dikatakan buat menjadi dasar penyusunan prei(cak) nasional hari-hari besar Islam pada 2024 adapun ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri pada 2023 mendatang. "Karena ini pertemuan tahunan, selesai selanjutnya dilakukan pada 2023," tuturnya.

Selengkapnya