SKKL Echo Jalan Tol Internet ke AS Sampai ke RI, Apa Kabar Bifrost?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu 52

Jakarta -

Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Echo setelah sejak digelar dan berlabuh di Indonesia sebagai rute tol internet secara langsung ke Amerika Serikat (AS). Lalu, apa info 'saudara kembarnya' Bifrost?

Sebagai informasi, ada dua kabel bawah laut yang diumumkan pada Maret 2021, digelar membentang sepanjang 15 ribu km dari pantai barat AS yang kemudian terhubung dengan Indonesia dan Singapura, yaitu Echo dan Bifrost.

Kedua SKKL itu diinisiasi buat perusahaan teknologi Meta (induk Facebook, Instagram. WhatsApp) dan Google dengan menggandeng rekan lokal. Google duet dengan XL Axiata buat menggelar Echo dan Meta bermitra dengan Telin yang menjadi anak perusahaan Telkom, bersama Keppel perusahaan asal Singapura.

Pembangunan Bifrost menjadi strategis, dikarnakan akan berfungsi memperkuat 2nd Gateway International Manado.

Direktur Utama Telin Budi Satria Dharma Purba mengatakan, rute SKKL Bifrost pula akan berfungsi sebagai diversity/redundancy bercak pendaratan di mana bercak pendaratan IGG (konsorsium Telkom dan Telin) dan Bifrost akan berbeda. Selain itu buat memberikan dukungan ketersediaan konektivitas kejurusan Ibu Kota Nusantara.

"Telkom Group malayari Telin setelah membangun 80 ribu SKKL, ditambah dengan kolaborasi kepemilikan di berbagai SKKL mendunia lainnya mencapai 70.000 KM terbentang dari Indonesia, kawasan Asia, Timur Tengah, sampai-sampai Amerika Serikat," jelas Dirut Telin Budi Satria Dharma Purba, Jumat (24/6/2022).

Sementara itu, SVP Corcomm & Investor Relation Telkom Ahmad Reza memaparkan, Telkom diklaim menjadi operator pertama yang membangun SKKL yang menghubungkan Indonesia/Asia Tenggara langsung ke Amerika Serikat. Melalui konsorsium Kabel Laut SEA-US dan Indonesia Global Gateway (IGG) membangun SKKL sejak tahun 2014 dan selesai tahun 2017.

IGG ialah konsorsium antara Telkom dengan Telin, sedangkan SEA-US ialah konsorsium mendunia beranggotakan Telin, Globe Telecom, GTA, Hawaiian Telcom, RTI, dan GTI. Kedua SKKL setelah dikatakan setelah beroperasi sejak 2017 melayani pelanggan nasional dan pula hyperscaler, seperti Meta/Facebook, AWS, Microsoft, dan lain sebagainya serta melayani IP Transit (2nd Gateway International Manado).

Reza menambahkan, kabel bawah laut IGG SEA-US ini membentang dari Singapura, Indonesia ke AS dan menghubungkan limakawasan dan teritori, adalah Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, AS), dan Los Angeles (California, AS).

Disampaikannya juga, penggelaran SEA-US dan IGG ini menjadi rute alternatif yang melintas perairan Indonesia dan laut Pasifik sebagai benteng atas rute-rute kabel ke Amerika yang umumnya malayari gosip Selat Luzon dan Laut Cina Selatan/Selat Luzon yang sering mengalami gangguan kabel selesai akibat gempa bawah laut dan pula jangkar kapal.

"Hal ini mengakibatkan rute IGG dan SEA-US masa ini menjadi rute paling kesukaan dan semakin meningkatnya permintaan pelanggan buat rute ini. Saat ini banyak pengembangan dan pembangunan sistem kabel laut yang mengikuti rute ini," jelas Reza.

Memperkuat SKKL yang setelah ada dan menghubungkan konektivitas di Indonesia Timur, Telin setelah membangun SKKL Bifrost sejak Maret 2021, bergabung dengan konsorsium telekomunikasi mendunia beranggotakan Telin, Keppel dan Meta. Menurut Reza, SKKL Bifrost menghubungkan langsung Indonesia ke AS dengan Manado sebagai gateway internasional kedua di Indonesia setelah Batam, buat mendukung pembangunan kawasan Indonesia Timur.

"Pembangunan SKKL Bifrost yang dipionir buat Telkom Group menjadi sangat strategis bagi konektivitas Indonesia secara komprehensif dan mendukung perniagaan digital yang diproyeksikan pada tahun 2030 bisa mencapai Rp 4.500 triliun. Keberadaan SKKL Bifrost ini pula akan menjadi backup andaikan ada SKKL yang selesai alias mengalami gangguan dan ketersediaan konektifitas kejurusan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara) Republik Indonesia yang masa ini pula dalam proses pembangunan," paparnya.

Simak Video "Jokowi Jelaskan Proyek Kabel Bawah Laut RI-Pantai Barat AS"
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fay)

Selengkapnya