Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog 2 November 2022 Ditunda

Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog 2 November 2022 Ditunda

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 12

Jakarta -

Para stasiun televisi yang pula penyelenggara multipleksing (mux) meminta agar penghentian siaran TV analog ke siaran TV digital alias Analog Switch Off (ASO) ditunda.

Sebagai informasi, migrasi TV analog ke digital yang diterapkan secara bertahap ini setelah dilakukan sejak 30 April sampai-sampai berakhir 2 November 2022. Adapun suntik meninggal TV analog setelah dikatakan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Penyelenggara mux tersebut, adalah Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia. Hal itu disampaikan mereka dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (23/6).

Berbagai persoalan dihadapi penyelenggara mux ini, sejak dari pembangunan infrastruktur buat siaran TV digital yang menelan biaya besar yang kemudian di masa bersamaan diterpa pandemi COVID-19 yang bikin pendapatan stasiun TV berkurang secara signifikan.

"Di masa melaksanakan ASO ini, saya kira tak bisa dipungkiri bumi terkena dampak COVID-19. Penerimaan penghasilan TV terkena layak drastis, tapi kami pula patut membangun infrastruktur. Ini layak berat di masa perekonomian seperti masa ini," ungkap Direktur MNC Group Syafril Nasution.

Hal itu diamini Media Group, yang mana merebaknya virus Corona bikin kondisi keuangan perusahaan mengalami kerugian besar. Apalagi kondisi perniagaan ke depan tetap stagnan dan belum pasti.

Sedangkan bagi SCM Group menilai bahwa implementasi ASO yang dilakukan dalam dua tahun ini terbilang layak sigap dibandingkan dengan negara lain, misalnya di Australia penghentian siaran TV analog ke siaran TV digital itu tiba menyantap masa 3,5 tahun.

Kemudian temuan masalah lain di lapangan, terjadinya perbedaan data penerima set top box cuma-cuma TV digital. Data yang penyelenggara mux terima dari Kominfo ini berbanding terbalik dengan ketika dilakukan distribusi perangkat setelah dikatakan ke masyarakat. Sebagai informasi, penerima donasi ini ialah mereka yang termasuk keluarga rumah tangga melarat yang sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

"Masalah utama ialah data, misalnya rumah tangga melarat yang disampaikan Kominfo itu data tahun 2013, sehingga sebenarnya tak akurat, apalagi adanya pandemi kuantitas rumah tangga melarat becus bertambah. Kebanyakan masa distribusi berbeda dengan data, penerima setelah pindah alias meninggal, sampai-sampai berada di daerah yang tak ada siaran TV analog alias mereka yang pakai layanan televisi berbayar," tutur Direktur Viva Group Neil R. Tobing.

Ditambah dalam proses distribusi set top box gratis tiba ke tangan penerima itu menyantap biaya besar becus mencapai sekeliling Rp 20 ribu - Rp 50 ribu per rumah. Sebab, tak hanya melakukan pengiriman, tetapi pula mesti melakukan instalasi pula tiba menongol tanda QR Code dengan perkiraan biaya Rp 45 ribu - Rp 70 ribu tergantung kedudukan rumah penerima bantuan.

Para penyelenggara mux pula berharap agar pemerintah yang dalam keadaan ini Kominfo bisa memberikan donasi pula buat penyediaan set top box cuma-cuma TV digital bagi rumah tangga miskin.

Dengan berbagai pekerjaan rumah di atas dalam implementasi ASO, cantik itu Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia satu bunyi dan meminta penundaan penghentian siaran TV analog pada 2 November 2022.

"Dengan mempertimbangkan pengaruh pandemi yang sangat berdampak pada industri penyiaran, besarnya kapitalisasi mux siaran TV digital, dan percepatan distribusi STB, maka kami mengusulkan kepada pemerintah buat bisa menanggung penyediaan STB buat rumah tangga miskin," pungkas Direktur Transmedia Latif Harnoko.

Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]

(agt/agt)

Selengkapnya