Studi: Tinggi badan Terkait dengan Risiko Sejumlah Penyakit yang Lebih Tinggi

Studi: Tinggi badan Terkait dengan Risiko Sejumlah Penyakit yang Lebih Tinggi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 14

Suara.com - Banyak manusia mungkin menginginkan tubuh yang tinggi. Tapi, tinggi badan malah menjadi salah satu keadaan risiko penyakit.

Tapi, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya ikatan antara tinggi badan seseorang dan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Hubungan antara tinggi badan dan risiko masalah kesehatan ini didasarkan pada dasar biologis alias keadaan lain yang tetap belum jelas penelitiannya.

Menurut sebuah studi baru, tinggi badan Anda becus menjadi indikator kuat tentang risiko Anda terhadap sejumlah kondisi kesehatan yang serius.

Baca Juga: WHO Sebut Penularan Cacar Monyet Mengkhawatirkan, Akankah Jadi Darurat Kesehatan Global?

Seberapa tinggi alias pendek tubuh Anda sebagai manusia dewasa disebabkan buat gen yang diwarisi penanggung Anda. Tapi, ada sejumlah keadaan lain yang becus mempengaruhi tinggi badan Anda.

Faktor lingkungan, gizi, status sosial perniagaan dan demografi ialah sejumlah keadaan yang becus mempengaruhi tinggi badan seseorang.

Tapi, ilmuwan seringkali berat buat menentukan ikatan antara tinggi badan dan risiko penyakit tiba sekarang.

Ilustrasi Tinggi Badan (Shutterstock)Ilustrasi Tinggi Badan (Shutterstock)

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Genetics, peneliti menyelidiki lebih lanjut mengenai tinggi badan sebagai keadaan yang dikaitkan dengan berbagai kondisi umum.

Para peneliti memandang kemungkinan ikatan antara tinggi badan dan berbagai penyakit. Tim menggunakan data dari VA Million Veteran Program lebih dari 250.000 pria dewasa.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Korea Selatan Temukan Kasus Cacar Monyet di Masyarakat

Hasilnya mengonfirmasi temuan sebelumnya bahwa tinggi badan berkaitan dengan risiko sejumlah penyakit yang lebih tinggi.

Menurut penelitian, masalah kesehatan ini termasuk varises dan fibrilasi arteri. Tapi, manusia yang berbadan tinggi berisiko mengalami jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang lebih rendah.

Penelitian ini pula menemukan ikatan baru antara tubuh yang lebih tinggi dengan risiko neuropati perifer yang lebih tinggi, yang disebabkan buat kerusakan saraf pada ekstremitas dan infeksi kulit dan tulang, seperti ulkus tungkai dan kaki.

Studi setelah dikatakan pula menunjukkan tinggi badan meningkatkan risiko asma dan gangguan saraf non-spesifik pada wanita tetapi tak pada pria.

"Saya pikir temuan ini ialah langkah pertama buat menilai risiko penyakit karena kami mengidentifikasi kondisi, di mana tinggi badan mungkin menjadi keadaan risiko sejumlah penyakit," kata Dr Sridharan Raghavan dikutip dari Mirror UK.

Untungnya, ada sejumlah keadaan risiko yang dapat kita kendalikan buat mengurangi risiko masalah kesehatan serius, seperti motif makan sehat, berhenti merokok, dan minum alkohol.

Selengkapnya