Sudah Disiapkan Gratis di Embarkasi, Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam ke Pesawat

Sudah Disiapkan Gratis di Embarkasi, Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam ke Pesawat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 11

Suara.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan agar ketika pulang ibadah haji 2022 kemudian para himpunan tetap memperhatikan berat barang bawaan di bagasi mereka. Jemaah tak diperbolehkan membawa air zamzam ke bagasi. PPIH pula menegaskan berat bagasi maksimal ialah 32 kg dan 7 kg buat tas kabin. 

Tahun ini, cantik botol mini maupun botol besar tak diperbolehkan dibawa ke dalam bagasi. Aturan ini sesuai dengan edaran dari Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya kita tetap perbolehkan air zamzam maksimal 3 botol mini dimasukkan di dalam koper. Tapi tahun ini kita menerima brosur tegas dari GACA yang melarang barang berupa air di dalam bagasi," ujar Kasie Layanan Kedatangan dan Kepulangan Daker Bandara, Edayanti Dasril, kepada tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Jumat (24/6).

Jika nantinya ada penumpang yang nekat memasuki air zam-zam di dalam bagasi, maka koper akan dibaliki ke Mekkah dan akan selesai masalah besar terkait delay penerbangan. Sementara dalam sistem, kuantitas manusia dan kuantitas barang itu patut sama kecuali ada masalah terkait notase pesawat.

Baca Juga: Jemaah Haji Cuci Kopyah Pakai Air Zamzam, Ternyata Ini Manfaatnya Menurut Islam

"Pihak airlines pula akan mendapat pinalti dari GACA," katanya.

Selain air zam-zam, kata Eda, jamaah pula dilarang membawa barang yang mengandung aeorosol, gas, magnet dan senjata tajam sesuai dengan standar penerbangan internasional. Karena kandungan cairan itu dikhawatirkan andaikan rembes akan merusak kabel-kabel di pesawat dan itu menganggu keselamatan penerbangan.

"Jamaah becus memasuki apapun ke bagasi kecuali yang dilarnag secara regulasi. Jadi ini enggak larangan.yang mengada-ada dari Kemenag maupun pihak airlines," katanya.

Selain itu, diingatkan Eda, jamaah hanya becus membawa barang yang diberikan pihak penerbangan merupakan tas tentengan dan koper yang berlogo. Apabila tas mereka rusak, maka becus berkoodinasi dengan Daker Makkah karena PPIH setelah menyiapkan barang alias tas koper ssbagai cadangan.

"Tapi andaikan memang setelah kehabisan stok, maka jamaah becus menggunakan alias membeli koper lain tapi wajib mendapatkan rekomendasi alias surat secara tertulis dari daulat Daker Makkah dengan menerangkan bahwa itu koper pengganti," ungkapnya.

Baca Juga: Ganggu Aktivitas Jemaah Haji, KUH Minta Penjual Kartu Perdana Ditertibkan

Meski jamaah tak becus membawa air zam-zam di dalam bagasi nya, pemerintah Indonesia setelah memberikan air zam-zam seberat 5 liter perjemaah secara cuma-cuma dan dapat diterima buat jamaah setelah tiba di asrama haji embarkasi.

Selengkapnya