Waspada Kampanye Pemilu 2024 di Media Sosial Rawan Konflik Politik

Waspada Kampanye Pemilu 2024 di Media Sosial Rawan Konflik Politik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 9

Suara.com - Kampante Pemilu 2024 di media sosial rawan konflik politik. Hal itu dijelaskan Pengamat ketatanegaraangarishaluan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Bismar Arianto.

Sehingga menurut dia, Bawaslu perlu membikin peraturan spesifik yang mengatur soal kampanye di medsos buat mencegah alias meminimalisir konflik tersebut.

Sampai sekarang belum terlihat ada peraturan Bawaslu yang kuat, yang menjangkau sistem kampanye di media sosial. Padahal ini penting, karena merupakan tantangan dan ancaman yang perlu dijawab menjelang Pemilu dan Pilkada 2024.

"Peraturan itu pula sebagai upaya menutup ruang abu-abu dalam penegakan aturan," ujar mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji itu, di Tanjungpinang, Kamis.

Baca Juga: Cerita Ngenes Ortu Murid Ikut Lomba Lari di Sekolah, Jatuh Tersungkur Hingga Pakaian Dalamnya Kelihatan

Pada periode digitalisasi, menurut dia lagi, para kontestan pemilu dan pilkada akan semakin memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye. Berbagai penelitian menyebutkan kampanye di media sosial jauh lebih berhasil dan berdayaguna dibanding kampanye konvensional.

Pengurus partai politik, kandidat presiden, caleg, dan peserta pilkada dipastikan lebih masif mempergunakan media sosial sebagai sarana buat mensosialisasikan diri dan program.

Selain itu, sebagian penelitian akademik pula menemukan bahan bahwa buzzer dikerahkan peserta pemilu dan pilkada buat membangun gambaran mereka, dan menjatuhkan gambaran rival politiknya.

Jauh sebelum tahapan Pemilu 2024 dimulai (14 Juni 2024), aktivitas para buzzer setelah dapat dilihat di sejumlah media sosial, bahkan viral.

Aktivitas buzzer sebagai tim yang mengendalikan media sosial buat pemenangan kandidat tertentu kerap menuai komentar yang panas dan tak pantas, selain kritikan pedas.

Baca Juga: Soal Peluang Partai NasDem Berkoalisi dengan Demokrat, Surya Paloh: Kemungkinannya Cukup Besar

Kondisi ini yang alaten menimbulkan konflik ketatanegaraangarishaluan sampai-sampai di bumi nyata.

Selengkapnya