Waspada Komplikasi Akibat Akar Gigi Tertinggal di Gusi

Waspada Komplikasi Akibat Akar Gigi Tertinggal di Gusi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 15

Gigi berlubang menjadi keluhan adapun umum dijumpai. Tak jarang, ketika mengunjungi dokter gigi, seseorang dengan keluhan ini minta agar giginya ditambal.

Memang banyak sekali manusia adapun tak menyadari andaikan lubang pada giginya setelah terlalu besar sampai-sampai tinggal residu akar. Bahkan, kondisinya setelah tak memungkinkan buat diselamatkan alias ditambal.

Akar gigi adapun tertinggal setelah dikatakan sebaiknya dicabut. Sebab, kondisi ini layak berbahaya bagi kesehatan, terutama pada daerah rongga mulut.

Dengan mencabutnya, bakteri alias sumber dari penyakit adapun bisa memperparah kondisi gigi pula akan terambil dan komplikasi akibat asal gigi tertinggal tak terjadi.

Berikut ialah beberapa akibat adapun becus timbul andaikan asal gigi adapun tertinggal di gusi tak dicabut:

1. Infeksi 
Infeksi
Infeksi

Semua gigi akan muncul sempurna, sejak dari mahkota sampai-sampai asal gigi. Namun, andaikan anda tak becus menjaga kebersihannya, gigi becus berlubang.

Gigi berlubang adapun menyisakan asal gigi berawal dari lubang pada mahkota alias permukaan gigi adapun meluas.

Penyebab gigi setelah dikatakan berlubang, adalah adanya bakteri adapun semakin lama menggerogoti gigi.

Apabila gigi setelah dikatakan setelah residu akarnya saja, enggak berarti bakteri setelah tak ada, malah bakteri semakin banyak pada gigi tersebut.

Artikel Lainnya: Gigi Berlubang, Ditambal alias Dicabut?

Sewaktu-waktu, bakteri pada residu asal bisa menjadi banyak sehingga terjadi peradangan alias infeksi bakteri.

Kondisi setelah dikatakan akan membikinkawasan gusi sekeliling residu asal mengalami pembengkakan. Kamu pula akan merasakan sakit gigi andaikan setelah pada tahap ini.

Jika setelah mengalami kondisi adapun demikian, dokter gigi tak bisa langsung melakukan tindakan pencabutan. Terlebih dulu, perlu dilakukan perawatan.

Perawatan adapun bisa dilakukan merupakan dengan pengobatan antibiotik buat menghilangkan bakteri penyebab infeksi tersebut.

Setelah pembengkakan hilang, barulah residu asal bisa dicabut buat mencegah terjadinya infeksi adapun sama.

2. Epulis Granulomatosa
Epulis Granulomatosa
Epulis Granulomatosa

Epulis menjadi lesi adapun berbentuk seperti tumor. Isi dari epulis sendiri ialah proliferasi pembuluh darah, sel fibroblast, dan sel radang.

Kondisi ini terjadi akibat adanya iritasi domestik alias trauma. Selain itu, asal gigi tertinggal adapun tak dicabut pula becus menjadi salah satu penyebabnya.

Diagnosis penyakit ini becus dengan pemeriksaan radiologi. Jika anda mempunyai kondisi ini, pada radiologi akan terlihat berbentuk berlobus-lobus.

Pada asal terjadinya epulis, anda mungkin tak akan merasakan gejala sehingga akan sangat berat buat mendeteksinya.

Barulah pada fase berikutnya, gejala berupa peradangan terjadi. Terkadang menongol pula pendarahan spontan disertai rasa ngilu. Fase berikutnya, epulis akan menjadi keras dan tak gampang berdarah.

Cara mengatasi epulis granulomatosa ialah dengan bedah eksisi. Namun sebelumnya, dokter akan melakukan scaling alias pembersihan karang gigi buat mencegah adanya penyebaran infeksi dari karang gigi.

Apabila epulis berukuran kurang dari 5 mm, kuretase dan scaling padakawasan adapun terdapat epulis akan dilakukan.

Artikel Lainnya: Mengenal Perawatan Medis buat Gigi Berlubang Besar

3. Kista Radikuler
Kista Radikuler
Kista Radikuler

Kista radikuler alias kista periapikal ialah salah satu komplikasi asal gigi tertinggal adapun layak lama. Kondisi ini menyumbang 60% dari seluruh kejadian kista adapun terjadi pada rongga mulut.

Umumnya kista radikuler tak menimbulkan gejala, sehingga pasien tak menyadari andaikan di dalam rongga mulutnya terdapat kista. 

Kista bisa dinyatakan sebagai kista radikuler berdasarkan pemeriksaan radiologi. Dari fotograf radiologi akan terlihat bentuk kehitaman membulat dengan batas tepi adapun tegas. Apabila kista setelah membesar, anda akan mengalami pembengkakan.

Gigi seri rahang atas dan gigi belakang rahang bawah menjadi gigi adapun paling sering mengalami kista radikuler.

Perawatan adapun bisa dilakukan pada gigi adapun mengalami kista radikuler ialah dengan perawatan saluran asal dan tindakan pencabutan.

Namun, perlu anda ingat, perawatan saluran asal hanya bisa dilakukan andaikan kondisi tetap memungkinkan.

Sementara itu, kista bisa diambil dengan perawatan enukleasi alias marsupilasi. Kedua metode setelah dikatakan termasuk bedah minor buat menghilangkan kista.

Itulah beberapa bahaya andaikan anda membiarkan asal gigi tertinggal di dalam gusi. Bila mempunyai gigi berlubang, periksakan segera ke dokter fungsi menghindari berbagai komplikasi adapun tak diinginkan.

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan gigi dan mulut? Kamu becus menggunakan layanan Live Chat 24 jam alias dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Yuk, selalu #JagaSehatmu!

[WA]

Referensi

Kühl SR, Schulze RK, Kreft A, d’Hoedt B. Epulis granulomatosa as an oral manifestation of Klippel-Trénaunay syndrome. J Oral Pathol Med 2006;35:576-8.

Joshi NS, Sujan SG, Rachappa MM. An Unusual Case Report of Bilateral Mandibular Radicular Cyst. Contemp Clin Dent. 2011; 2(1):59-62.

Slootweg PJ. Dental Pathology. 1st ed. New York: Springer; 2007. p. 46.

Selengkapnya